CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kecamatan Citangkil dan Pulo Merak tercatat menjadi wilayah dengan jumlah warga miskin terbanyak di Kota Cilegon.
Berdasarkan data Cilegon Dalam Angka 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cilegon, dari total 17.310 warga miskin atau 3,75 persen penduduk, sebanyak 6.800 orang masuk kategori Desil 1 atau sangat miskin.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Damanhuri, menjelaskan bahwa Desil 1 merupakan kategori termiskin berdasarkan perangkingan data BPS.
“Yang masuk Desil 1 itu artinya miskin dan sangat miskin. Sebarannya paling banyak ada di Citangkil dan Pulo Merak,” kata Damanhuri saat ditemui di Kantor Wali Kota Cilegon, Senin 11 Agustus 2025.
Ia menegaskan, upaya penanggulangan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi seluruh lapisan masyarakat.
“Bukan hanya Dinsos atau pemerintah, tapi seluruh masyarakat juga ikut mengentaskan kemiskinan,” ujarnya.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara terintegrasi antar-organisasi perangkat daerah (OPD).
“Upayanya bukan hanya di Dinsos saja, tapi disinergikan dengan beberapa OPD. Misalnya, Disnaker menekan angka pengangguran. Karena salah satu faktor kemiskinan adalah warga tidak memiliki pendapatan atau penghasilan,” jelasnya.
Dinsos Cilegon memiliki sejumlah program bantuan sosial, di antaranya Jaminan Sosial Cilegon Bermartabat (JSCB) dan bantuan untuk anak yatim dan terlantar.
“Untuk kebutuhan anggaran sekitar Rp3,6 miliar, tapi yang terealisasi baru bantuan anak yatim. Program JSCB itu Rp1 juta untuk 1.991 orang,” ungkap Damanhuri.
Editor: Abdul Rozak











