SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria buka suara terkait pengibaran bendera One Piece menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Menurut dia, pengibaran bendera One Piece tidak perlu disikapi dengan reaktif. Mantan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Banten ini berpendapat bahwa jika tersebut disikapi reaktif maka akan menjadi ramai di pemberitaan.
“Dalam hal ini kita menyikapi tidak perlu reaktif, karena netizen ini kalau saya lihat semakin digoreng semakin ramai, semakin banyak diomongin, orang yang enggak tahu jadi nyari tahu termasuk saya sendiri (yang awalnya tidak tahu One Piece-red),” kata Yudha saat pertemuan dengan Forkopimda di Pendopo Bupati Serang, Senin 11 Agustus 2025.
Gara-gara ramai pemberitaan One Piece, Yudha mengaku sempat bertanya kepada anaknya yang ternyata mengikuti anime tersebut. Ia pun mendapat informasi kalau sosok utama dalam anime asal Jepang itu adalah Monkey D Luffy atau Luffy.
Sosok Luffy ini dijelaskannya, merupakan tokoh utama dan bercita-cita menjadi bajak laut.
“Luffy ini pengen jadi bajak laut yang baik, bajak laut mengajak kebaikan,” kata mantan Kapolres Serang ini.
Yudha mengungkapkan, Luffy merupakan bajak laut yang mempunyai sikap kebebasan terhadap pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat.
“(Luffy-red) simbol bajak laut kebebasan terhadap pemerintahan yang katanya tidak pro rakyat,” ungkapnya.
Menurut Yudha, pembahasan bendera One Piece memang ramai di medsos, namun sampai saat ini, ia belum mendapat informasi terkait banyaknya warga yang memasang bendera bajak laut tersebut di wilayah hukumnya.
“Saat ini ramai di medsos, faktanya di lapangan tidak (terkait pemasangan bendera One Piece-red),” katanya.
Yudha mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi menjelang HUT RI ke-80. Ia meminta kepada masyarakat untuk tetap mengibarkan bendera merah putih.
“Kita ajak warga untuk mengibarkan bendera merah putih,” tutur perwira menengah Polri ini.
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor: Agung S Pambudi











