LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak hingga kini belum menetapkan jadwal resmi relokasi ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di wilayah Rangkasbitung. Proses pemindahan para pedagang tersebut masih berada pada tahap sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak.
Berdasarkan data Disperindag Lebak terdapat sekitar 800 PKL yang berjualan di beberapa titik, yakni Jalan Sunan Kalijaga, Jalan Tirtayasa, dan Lorong Pasar Rangkasbitung. Seluruh PKL tersebut rencananya akan direlokasi ke Pasar Semi yang telah disiapkan Pemkab Lebak di Kampung Tanjong, Desa Narimbang, Kecamatan Rangkasbitung.
Yani, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Lebak, menjelaskan bahwa pihaknya tengah berupaya menjalin komunikasi intens dengan para pedagang. Menurutnya, proses sosialisasi ini membutuhkan waktu karena pemerintah ingin semua pihak memahami manfaat dan tujuan relokasi.
“Masih belum ada tanggalnya, saat ini masih konsentrasi pelaksanaan sosialisasi kepada para pedagang minggu ini sudah tahap 6 sesuai arahan dari pimpinan. Sosialisasi dilakukan sampe semua nya pedagang tersosialisasikan semuanya, target sekitar 800 undangan/pedagang,” kata Yani kepada RADARBANTEN.CO.ID dihubungi melalui telepon, pada Selasa 12 Agustus 2025.
Ia juga menambahkan bahwa Pasar Semi yang akan menjadi lokasi baru PKL telah dipersiapkan dengan fasilitas dasar seperti kios, area parkir, dan akses jalan yang memadai.
“Fasilitasnya sedang dalam tahap penyempurnaan, termasuk penerangan dan drainase, supaya pedagang bisa langsung beraktivitas dengan nyaman,” tambah Yani.
Diketahui relokasi ini bukan untuk mematikan usaha para pedagang, melainkan justru memberikan ruang usaha yang lebih layak. Pemkab Lebak berkomitmen membantu promosi dan menarik pengunjung ke Pasar Semi setelah proses pemindahan selesai.
Yani menjelaskan, sudah sekitar kurang lebih 30 persen pedagang yang mengikuti sosialisasi pastinya semua atas arahan pimpinan kenapa secara bertahap untuk sosialisasinya karena agar pesan disampaikan dapat dipahami semua.
“Sosialisasi secara bertahap terhadap pedagang bertujuan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, membantu individu pedagang menyerap informasi akan lebih terarah, mudah membangun pemahaman, dan yang pasti informasi yang disampaikan secara bertahap lebih mudah diserap dan dipahami oleh individu pedagang,” tuturnya.
“Jika informasi diberikan sekaligus dalam jumlah besar, individu pedagang mungkin akan merasa kewalahan dan sulit untuk memahaminya, yang pada akhirnya dapat mengurangi efektivitas dari tujuan sosialisasi tersebut,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada para PKL agar tetap berjualan seperti biasa sambil menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait jadwal relokasi.
“Tidak perlu khawatir, kita akan informasikan jauh-jauh hari. Sosialisasi akan terus dilakukan agar tidak ada informasi yang simpang siur,” pungkasnya.
Reporter : Nurandi
Editor: Agung S Pambudi











