LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau nelayan dan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Banten untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi dari 15 hingga 17 Agustus 2025. Fenomena ini dipicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah perairan, termasuk Pantai Selatan Banten yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.
Dalam pernyataannya, BMKG menyebutkan bahwa tinggi gelombang dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter, terutama di wilayah perairan Lebak bagian selatan. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, memicu kerusakan pada perahu nelayan, serta membahayakan wisatawan yang beraktivitas di bibir pantai.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas berenang, memancing di tepi pantai, maupun berlayar menggunakan perahu kecil selama periode tersebut. Langkah ini penting untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan laut akibat hempasan ombak besar dan arus bawah laut yang kuat.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Febby Rizki Pratama, mengimbau seluruh masyarakat dan nelayan, terutama yang tinggal di pesisir, untuk tetap berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrem. “Kami mendorong warga agar terus memantau informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah,” katanya kepada Radar Banten, Jumat 15 Agustus 2025.
Febby menekankan, meski potensi bencana tidak selalu terjadi, namun kesiapsiagaan adalah kunci mengurangi risiko. Pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) untuk merespons jika terjadi keadaan darurat di wilayah pesisir.
Ia juga mengingatkan nelayan untuk menunda melaut jika kondisi gelombang dinilai membahayakan. “Keselamatan jiwa jauh lebih penting. Lebih baik menunggu cuaca membaik daripada memaksakan diri melaut,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Lebak Erwin Komara Sukma mengatakan, pihaknya juga telah menerima informasi resmi dari BMKG dan langsung meneruskannya kepada petugas di lapangan. Tim Balawista disiagakan di titik-titik rawan seperti Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, dan Pantai Tanjung Layar untuk memantau kondisi perairan.
Menurutnya, gelombang tinggi dapat berdampak pada aktivitas wisatawan, terutama mereka yang datang untuk berselancar atau bermain air di tepi pantai. “Meski saat ini kondisi pantai masih relatif aman dan belum ada peningkatan, namun kami tetap meminta wisatawan agar waspada dan mengikuti arahan petugas,” ujarnya.
Ia menegaskan, kewaspadaan harus ditingkatkan terutama pada siang dan sore hari ketika angin laut cenderung lebih kencang. Balawista juga telah memasang bendera peringatan di sejumlah pantai untuk menandai area yang berbahaya bagi wisatawan.
“Kami Balawista Lebak mengimbau kepada anggota Balawista yang bertugas di kawasan wisata pantai untuk selalu siaga. Wisatawan diharapkan untuk selalu mentaati rambu dan imbauan dari petugas balawista agar tidak melakukan aktifitas berenang ketika gelombang tinggi dan di tempat yang berbahaya,” imbaunya.
Erwin menambahkan, selain itu kepada nelayan tetap berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya. “Sehubungan dengan prakiraan dari BMKG bahwasanya satu minggu ke depan kondisi cuaca ekstrem termasuk gelombang laut juga tinggi,” tegasnya.
Editor: Mastur Huda











