SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten menegaskan jika program Bangun Jalan Desa Sejahtera alias Bang Andra merupakan bentuk nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dalam upaya melakukan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok Banten.
Sedikitnya, 40 ruas jalan desa ditargetkan akan dibangun menggunakan APBD Murni tahun anggaran 2025 ini. Puluhan ruas jalan itu dibangun dengan dibeton, sehingga dapat meningkatkan konektivitas di desa tersebut.
Kepala DPUPR Arlan Marzan menjelaskan, dalam program ini pihaknya memberikan intervensi bantuan pembangunan jalan poros desa yang kondisinya rusak.
“Bang Andra ini sifatnya kolaborasi, usulannya dari pemda. Dan pelaksanaannya itu, sebagian dibangun pemda, sebagian dibantu pemprov,” kata Arlan, Minggu 24 Agustus 2025.
Kolaborasi ini diyakini dapat mempercepat pemerataan pembangunan daerah. Hal ini tentu akan berdampak positif dan tentunya dirasakan langsung oleh masyarakat seperti peningkatkan perekonomian, pertumbuhan sektor pertanian, ketahanan pangan dan memberikan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat di desa.
Dikatakannya, program ini telah masuk sebagai program strategis daerah dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Makanya, kedepan program ini akan terus dianggarkan setiap tahunnya guna mencapai pemertaan pembangunan hingga setiap pelosok desa.
“InsyaAllah di Perubahan APBD 2025 ini juga akan ada penambahan untuk 20 ruas jalan, sehingga total tahun ini ada 60 ruas jalan,” kata Arlan.
Arlan menambahkan, pada dasarnya program ini dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Seperti halnya pembangunan jalan desa di Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak yang merupakan akses utama siwa-siswa SMA, lalu , jalan Cikatomas – Tegalumbu yang juga jadi akses menuju RSUD Cilograng.
Ia dengan tegas memastikan tidak ada unsur politisasi dalam program ini. Yang mana, program ini digulirkan berdasarkan ajuan dari masyarakat melalui pemda setempat. Saat ini, pihaknya sudah menerima 2,500 kilometer ajuan pembangunan jalan desa.
Setiap ajuan, kata Arlan, dilakukan verifikasi oleh tim khusus yang akan meninjau setiap proposal dan desain jalan desa yang akan dibangun.
“Yang menjadi prioritas dalam program ini adalah ruas jalan produktif baik itu untuk akses pertanian, kesehatan maupun pendidikan masyarakat desa,” imbuhnya.
Dirinya berharap, program yang merupakan bagian dalam rangka mendukung Astacita Presiden Indonesia yakni membangun dari desa ini dapat didukung oleh semua pihak.
Editor: Bayu Mulyana











