SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Di tengah tren minuman kekinian yang terus berkembang, matcha hadir sebagai salah satu primadona baru. Bukan hanya populer di kafe-kafe modern, kini matcha juga mulai merambah ke bisnis sederhana seperti jualan keliling.
Ide usaha ini ternyata bisa menjadi peluang cuan yang menjanjikan, terutama bagi pemula dengan modal terbatas.
Matcha, bubuk teh hijau khas Jepang, sudah lama dikenal memiliki manfaat kesehatan. Kandungan antioksidan yang tinggi, rasa unik, serta citra “healthy lifestyle” membuat matcha disukai banyak kalangan, terutama generasi muda.
Jika dulu matcha identik dengan minuman eksklusif di kafe mahal, kini pasar semakin terbuka untuk penjual kaki lima, termasuk penjual keliling.
Konsep Jualan Matcha Keliling
Berbeda dengan kafe atau booth di mall, usaha keliling mengandalkan mobilitas tinggi. Modal utama adalah sepeda motor atau gerobak dorong yang bisa dimodifikasi untuk membawa bahan dan peralatan sederhana.
Dengan begitu, penjual bisa menyasar berbagai lokasi strategis:
- Sekitar sekolah dan kampus
- Kawasan perkantoran
- Tempat nongkrong atau alun-alun kota
- Acara car free day
Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau, misalnya Rp8.000 – Rp15.000 per cup. Dengan positioning harga ini, matcha keliling bisa masuk ke berbagai lapisan konsumen tanpa kehilangan kesan kekinian.
Perhitungan Modal dan Keuntungan
Modal awal usaha jualan matcha keliling relatif kecil. Misalnya:
- Gerobak/sepeda motor modifikasi: Rp2–3 juta
- Peralatan (shaker, cup sealer, termos es, sendok takar): Rp1–1,5 juta
- Bahan baku awal (bubuk matcha, susu, gula cair, es, cup, sedotan): Rp1 juta
Total modal awal sekitar Rp4–5 juta sudah bisa jalan.
Jika dalam sehari bisa menjual 50 cup dengan harga rata-rata Rp10.000, omzet harian mencapai Rp500.000. Setelah dikurangi modal bahan sekitar 40%, keuntungan bersih bisa tembus Rp300.000 per hari. Jika konsisten jualan 25 hari dalam sebulan, potensi laba bersih mencapai Rp7,5 juta – angka yang cukup menggiurkan untuk usaha keliling.
Kunci Sukses Jualan Matcha Keliling
- Resep yang konsisten – Pastikan rasa matcha tidak terlalu pahit atau hambar. Gunakan bubuk matcha berkualitas.
- Varian menu menarik – Tidak hanya original matcha latte, bisa dikreasikan dengan topping boba, keju, cokelat, atau varian frappe.
- Branding sederhana tapi catchy – Beri nama usaha yang mudah diingat, gunakan banner atau stiker menarik di gerobak/motor.
- Lokasi tepat – Pilih area ramai dengan target pasar anak muda.
- Promosi online – Meski keliling, tetap manfaatkan media sosial seperti Instagram atau TikTok untuk menarik pembeli setia.
Potensi Jangka Panjang
Jika usaha matcha keliling terbukti laris, pelaku usaha bisa mengembangkan konsep franchise mini, menambah armada keliling di beberapa titik, atau bahkan membuka booth permanen di lokasi strategis. Dengan modal kecil, peluang berkembangnya sangat besar, apalagi tren minuman kekinian cenderung terus bergulir.
Editor: Bayu Mulyana











