KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tigaraksa menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-3 di luar daerah, dengan nuansa berbeda. Bukan hanya merumuskan program, forum ini juga dirangkai dengan wisata religi dan tadabbur alam, Sabtu 30 Agustus 2025.
Kegiatan berlangsung di Rumah Makan Bale Desa dan Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, serta ditutup dengan ziarah ke Makam Syekh Quro, Karawang. Konsep ini dinilai sebagai penggabungan strategis antara konsolidasi kelembagaan dan penguatan spiritual.
Ketua Panitia Raker, Ahmad Hidayat, menyebut pemilihan lokasi menjadi bagian dari inspirasi pembangunan yang bisa dicontoh.
“Sebab secara geografis dan kondisinya gak jauh beda, hanya di Lembur Pakuan ini ada sentuhan konsep seorang Gubernur Dedi Mulyadi saja dengan keinginan baik dan modal investasi yang kuat serta kewenangannya,” kata Ahmad.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pengurus MUI desa yang mengikuti rangkaian acara dengan antusias.
“Alhamdulillah Raker ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Kalo cape sedikit ya wajar karena perjalanan bus, tapi peserta terlihat enjoy dan ceria,” ujarnya.
Menurut Ahmad, kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat silaturahmi antara ulama dan umaro, sekaligus menyegarkan semangat dengan wisata ziarah yang bermakna.
“Maka atas nama panitia pelaksana Raker hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mendoakan semoga semua pihak yang mendukung acara ini dibalas dengan berlipat ganda oleh Allah SWT,” tambahnya.
Senada dengan itu, Ketua MUI Tigaraksa KH Idrus menekankan bahwa raker tahunan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sarat nilai spiritual dan organisasi.
“Insya Allah pada masa khidmat pengurus MUI Kecamatan Tigaraksa yang sudah berjalan 3 tahun ini, seperti acara Raker selalu dilaksanakan di luar daerah dan dibarengi ziarah ke makam waliyullah,” tutupnya.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran MUI sebagai perekat umat, yang tidak hanya berkutat di ruang musyawarah, tapi juga hadir di ruang-ruang spiritual masyara
Editor : Merwanda











