SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Demonstrasi yang berujung dengan kerusuhan di Kota Serang berdampak pada jalannya pembelajaran di sekolah. Salah satu sekolah swasta ternama di Kota Serang menghentikan pembelajaran tatap muka demi keamanan.
“Mohon maaf mengingat situasi huru hara yg terjadi. Maka untuk hari ini, Senin ,1 September 2025, seluruh siswa pembelajaran daring (online),” bunyi pesan dari pihak sekolah yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 1 September 2025.
Pihak sekolah akan memberikan materi pembelajaran yang disampaikan oleh wali kelasnya masing-masing. Informasi pembelajaran daring tersebut rencananya akan berlangsung selama empat hari.
“Informasinya mulai hari ini sampai tanggal 4, tanggal 5 libur karena tanggal merah,” ujar salah seorang wali murid, Yuli.
Sebelumnya, Kapolda Banten, Brigjen Pol Hengki, telah menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir tindakan anarkistis. Pihaknya akan melakukan tindakan cepat dan terukur dalam menyikapi tersebut.
“Polda Banten bersama polres jajaran telah melakukan langkah-langkah cepat dan terukur melalui pengamanan pengamanan lokasi aksi unras dan penegakan hukum untuk mencegah meluasnya dampak gangguan,” katanya, Minggu, 31 Agustus 2025.
Ia mengatakan, beberapa hari yang lalu terjadi dinamika sosial berupa aksi unjuk rasa di Jakarta. Unjuk rasa tersebut berakhir dengan rusuh massa dan merambat ke wilayah Banten.
Menurut Hengki, kejadian tersebut menjadi perhatian bersama. Sebab, kondisi tersebut menyangkut stabilitas keamanan dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya ingin menekankan bahwa Polri akan selalu menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, namun tidak akan pernah mentolerir segala bentuk tindakan anarkis, kekerasan, maupun perusakan fasilitas umum peristiwa tersebut tentu menjadi perhatian kita,” ungkapnya.
Editor: Agus Priwandono











