SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (PP Ika Untirta) mengeluarkan maklumat moral menyikapi tensi sosial dan politik pasca demonstrasi di Kota Serang.
Perkembangan situasi nasional yang diwarnai dinamika sosial, politik, dan ekonomi, membuat PP Ika Untirta terpanggil untuk menyampaikan seruan moral kepada seluruh komponen bangsa.
“Kami memandang penting untuk mengedepankan kepentingan nasional, menjaga persatuan, dan menolak segala bentuk tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa,” kata Ketua Umum IKA Untirta, Lamhot Sinaga, pada maklumat yang dikeluarkan Minggu, 31 Agustus 2025.
PP IKA Untirta menghormati setiap bentuk penyampaian aspirasi masyarakat sebagai hak demokratis yang dijamin konstitusi, namun mengingatkan agar seluruh proses tersebut dilakukan dengan tertib, damai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.
“Aspirasi rakyat harus menjadi energi untuk perbaikan, bukan justru tercederai oleh anarkisme, kekerasan, atau tindakan destruktif lainnya,” paparnya.
Sekretaris Jenderal PP Ika Untirta, A. Dadan Suryana, menambahkan bahwa PP IKA Untirta dengan tegas menolak segala bentuk provokasi, vandalisme, maupun perusakan fasilitas umum yang dapat menimbulkan keresahan sosial.
“Kami mendorong aparat negara untuk mengambil langkah tegas, adil, dan proporsional dalam menjaga keamanan serta ketertiban umum, sekaligus memastikan perlindungan bagi masyarakat luas,” tegasnya kepada Radarbanten.co.id, Senin, 1 September 2025.
“Kami juga menyerukan kepada seluruh alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, di manapun berada, agar senantiasa mengambil peran aktif dalam menjaga ketenangan, menjadi teladan dalam mengedepankan dialog, serta ikut memberikan solusi bagi terciptanya suasana bangsa yang damai, sejuk, dan penuh solidaritas. Alumni Untirta adalah bagian dari kekuatan moral bangsa yang harus hadir demi memperkuat kebersamaan nasional,” tambahnya.
PP Ika Untirta meyakini, Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan persatuan dan kebersamaan.
“Mari kita jaga semangat solidaritas nasional, gotong royong, dan optimisme demi masa depan bangsa yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











