KOTA TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID– Serah terima 23 ribu sambungan air bersih dari Perumdam Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang ke Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang menjadi langkah strategis pemisahan layanan publik antarwilayah. Penandatanganan dilakukan di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, Senin 1 September 2025, dalam suasana yang sarat simbol sinergi, namun juga menandai berakhirnya tanggung jawab TKR atas layanan air bersih di wilayah Kota Tangerang.
Wilayah yang kini sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Perumda TB mencakup Kecamatan Priuk, Karawaci, Jatiuwung, dan sebagian perumahan di Cibodas. Peralihan dilakukan setelah melalui proses panjang, dengan Kejati Banten berperan sebagai fasilitator yang memastikan kepatuhan regulasi dan akuntabilitas pengelolaan aset publik.
“Cakupan layanan kami saat ini sekitar 62%. Dengan diserahterimakannya sambungan langganan ke Kota Tangerang, kami bisa berakselerasi memperluas layanan di Kabupaten Tangerang,” ujar Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melalui siaran pers yang diterima Selasa 2 September 2025.
Langkah ini sekaligus membuka ruang bagi Kabupaten Tangerang untuk mengkonsentrasikan pembangunan jaringan air bersih di wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
“Ini bukti nyata bahwa kebersamaan adalah kunci keberhasilan pembangunan. Kota dan Kabupaten Tangerang adalah satu kawasan yang saling terhubung,” kata Wali Kota Tangerang, Sachrudin.
Di tempat yang sama, Kepala Kejati Banten Siswanto mengapresiasi penyelesaian proses ini yang sempat mandek di tengah tarik ulur birokrasi.
“Semoga langkah ini menjadi landasan kokoh bagi Perumdam TKR dan Perumda TB dalam memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Sebagai tindak lanjut teknis, interkoneksi jaringan dilakukan malam hari hingga dini hari, tepatnya pukul 20.00 WIB hingga 05.00 WIB. Proses peralihan air disertai sosialisasi melalui media sosial dan kanal informasi resmi kepada pelanggan terdampak.
Meski peralihan ini diklaim akan meningkatkan kualitas layanan di masing-masing wilayah, tantangan besar menanti: menjaga kontinuitas pasokan, pemerataan layanan hingga ke kantong-kantong permukiman padat, serta menjamin tarif dan kualitas air tetap terjangkau dan aman bagi warga.
Editor : Merwanda











