PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten merupakan daerah yang dikenal akan keindahan wisata pantainya. Anyar dan Sawarna merupakan dua di antara lokasi wisata pantai yang dikenal luas hingga manca negara.
Namun, tahukah Anda jika masih ada tempat wisata pantai di Banten lainnya yang sangat mempesona?
Saking memesonanya, pantai ini disebut mirip Bali. Nama pantai ini adalah Pandan. Lokasinya di Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.
Pantai Pandan mempunyai pemandangan atau panorama alam yang indah.
Tempat wisata ini juga dikenal dengan tarif makanan yang terjangkau, sehingga para wisatawan tidak perlu khawatir akan digetok harga oleh pedagang.
Keindahan Pantai Pandan bisa jadi pilihan utama bagi pecinta alam. Di sana, dapat dijadikan tempat kemah bagi wisatawan yang senang suasana alam.
Untuk tarif camping di Pantai Pandan, tentu saja tak mahal. Selain camping atau kemah, aktivitas lain yang bisa dilakukan di Pantai Pandan adalah berselancar, snorkeling, dan tentu saja berenang.
Dengan biaya yang juga terjangkau, wisatawan dijamin puas untuk menikmati sensasi ombak di Pantai Pandan.
Tarif snorkeling tak sampai Rp 500 ribu. Dengan tarif yang terjangkau wisatawan sudah dapat menikmati biota laut yang ada di Pantai Pandan.
Di Pantai Pandan, pihak pengelola telah menyiapkan berbagai fasilitas agar wisatawan merasa nyaman untuk menghabiskan waktu liburnya.
Fasilitas yang ada di Pantai Pandan mulai dari tempat parkir, musala, gazebo, toilet, kamar mandi, warung, restoran, dan kafe.
Jika tertarik berwisata ke Pantai Pandan, harga tiketnya masuknya tak sampai Rp 100 ribu.
Wisatawan juga dikenai biaya parkir kendaraan yang digunakan menuju ke lokasi wisata ini. Tarifnya, mulai Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.
Pantai Pandan ini dapat ditempuh melalui perjalanan darat. Jaraknya sekitar 66 kilometer dari Kota Serang.
Jika membawa kendaraan pribadi membutuhkan waktu sekitar 1 jam 50 menit dari Kota Serang.
Nah, itulah informasi mengenai tiket dan fasilitas yang ada di Pantai Pandan. Semoga artikel ini dapat membantu para traveler.
Editor: Agus Priwandono











