CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dua kandidat Direktur Utama (Dirut) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS CM) menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) langsung bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon.
Pelaksanaan tes digelar pada Kamis, 4 September 2025, di Kantor Wali Kota Cilegon.
Anggota Panitia Seleksi (Pansel) BPRS CM, Syaeful Bahri, mengatakan bahwa fit and proper test diikuti oleh dua kandidat, yakni M Yoka Desthuraka dan Elmansyah.
Sementara, satu kandidat lainnya, Samsul Hadi, mendapat jadwal menyusul pada Senin, 8 September 2025.
“Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon mempercepat pelaksanaan fit and proper test calon Direktur Utama BPRS CM. Dua kandidat yang kami hubungi sudah menyatakan siap mengikuti, sedangkan satu kandidat masih mengikuti diklat perbankan sehingga akan menyusul,” kata Syaeful, Kamis, 4 September 2025.
Sebelumnya, dua kandidat dinyatakan tidak lolos seleksi calon Direktur Operasional dan Kepatuhan BPRS CM. Akibatnya, pansel kembali membuka pendaftaran untuk posisi tersebut mulai 3 hingga 9 September 2025.
Dalam pleno hasil Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK) serta rekam jejak dari Badan Intelijen Negara (BIN) pada Selasa, 2 September 2025, pansel memutuskan tiga calon direktur utama dinyatakan lolos seleksi dan berhak mengikuti fit and proper test oleh Wali Kota Cilegon.
“Yang pertama, tiga calon direktur utama dinyatakan lolos. Namanya sudah kita plenokan dan diserahkan kepada wali kota. Hari Selasa dan Rabu dijadwalkan uji kepatutan dan kelayakan,” ungkap Syaeful.
Sementara itu, untuk posisi direktur operasional dan kepatuhan, dari empat kandidat yang mengikuti seleksi, dua di antaranya dinyatakan tidak lulus karena nilai rata-rata di bawah ketentuan.
Sesuai aturan Permendagri, minimal nilai kelulusan adalah tujuh dan jumlah kandidat harus tiga orang.
“Karena jumlahnya tidak terpenuhi, maka pendaftaran untuk calon direktur operasional dan kepatuhan kembali dibuka,” jelasnya.
Editor: Agus Priwandono











