SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Peringatan Earth Hour 2026 kembali menjadi momentum penting dalam mendorong kesadaran publik terhadap isu perubahan iklim dan penghematan energi. Sejumlah pelaku industri perhotelan di kawasan wisata, termasuk Aston Anyer Beach Hotel, turut mengambil bagian dalam kampanye global tersebut dengan berbagai inisiatif ramah lingkungan.
Earth Hour yang diperingati setiap tahun mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mematikan lampu selama satu jam sebagai simbol kepedulian terhadap bumi. Namun, lebih dari sekadar aksi simbolis, kegiatan ini kini berkembang menjadi gerakan yang menekankan perubahan perilaku berkelanjutan.
Di kawasan Anyer, partisipasi sektor perhotelan dinilai penting mengingat tingginya aktivitas wisata yang berpotensi meningkatkan konsumsi energi dan menghasilkan limbah. Melalui momentum Earth Hour, hotel-hotel mulai mendorong tamu untuk lebih sadar terhadap dampak lingkungan dari aktivitas yang dilakukan selama menginap.
Pihak Aston Anyer Beach Hotel, misalnya, tidak hanya melakukan pemadaman lampu selama satu jam, tetapi juga mengedukasi tamu melalui berbagai pendekatan interaktif. Edukasi tersebut mencakup pengenalan gaya hidup ramah lingkungan, termasuk pengurangan penggunaan energi serta peningkatan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Cluster Director of Sales and Marketing Aston Anyer Beach Hotel, Herdiani Munzir, menyampaikan bahwa Earth Hour menjadi momen strategis untuk mengajak masyarakat berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, langkah sederhana seperti mematikan lampu atau mengurangi konsumsi energi dapat memberikan dampak positif jika dilakukan secara kolektif.
“Partisipasi dalam Earth Hour bukan hanya tentang mematikan lampu, tetapi bagaimana kita membangun kebiasaan baru yang lebih peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Selasa, 31 Maret 2026.
Tren keterlibatan industri perhotelan dalam kampanye lingkungan sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan tuntutan wisatawan yang kini semakin peduli terhadap konsep pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism). Banyak wisatawan mulai memilih akomodasi yang memiliki komitmen terhadap praktik ramah lingkungan.
Selain itu, kegiatan seperti Earth Hour juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak dan keluarga untuk memahami pentingnya menjaga bumi sejak dini. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membentuk kesadaran jangka panjang terhadap isu lingkungan.
Dengan semakin meluasnya partisipasi berbagai sektor, Earth Hour diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu mendorong perubahan nyata dalam pola konsumsi energi masyarakat. Industri perhotelan pun diharapkan terus berinovasi menghadirkan program-program berkelanjutan yang tidak hanya menarik, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan.
Melalui langkah kolektif tersebut, upaya menjaga bumi tidak lagi menjadi tanggung jawab individu semata, melainkan gerakan bersama lintas sektor yang berkelanjutan.*
Editor : Krisna Widi Aria











