LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Liverpool mengukir kemenangan dramatis pada awal Liga Inggris musim ini. Pada laga tandang melawan Burnley di Turf Moor pada Minggu malam, 14 September 2025, Liverpool menang tipis 1-0 berkat tekad dan soliditas tim.
Mohamed Salah menjadi pahlawan dari kebuntuan timnya. Ia dengan tenang menyelesaikan tugas dengan baik sebagai eksekutor di titik penalti pada menit ke-95.
Walau mendominasi penguasaan bola sekitar 80-90 persen, Liverpool kesulitan menembus pertahanan ketat Burnley.
Burnley yang hanya bermain dengan 10 pemainnya, setelah Lesley Ugochukwu menerima kartu merah melalui dua kartu kuning di menit ke-84, memperbesar peluang Liverpool. Namun, Liverpool tetap menemui kebuntuan.
Peluang terbuka ketika handbal Hannibal Mejbri di dalam kotak penalti pada saat injury time memberikan hadiah penalti kepada Liverpool. Meski performa mereka dinilai di bawah standar, eksekusi di momen krusial menunjukkan mental juara mereka tetap terjaga.
Kemenangan ini membuat Liverpool tetap berada di puncak klasemen Liga Inggris dengan catatan sempurna menang di empat laga pembuka musim tanpa satu pun hasil imbang atau kekalahan.
Liverpool disebut beruntung karena meski menguasai bola, mereka tidak mampu menciptakan banyak peluang bersih di babak pertama maupun banyak bagian babak kedua. Namun, fleksibilitas taktis dan kesabaran mereka akhirnya membuahkan hasil.
Dengan performa seperti ini, Liverpool menunjukkan bahwa mereka serius mempertahankan gelar juara.
Tren kemenangan lewat gol di menit-menit akhir menunjukkan karakter dan ketahanan mental.
Seiring kompetisi berjalan, kemampuan untuk menang dalam pertandingan sulit seperti ini bisa menjadi pembeda antara tim elite di Liga Inggris.
Salah satu sorotan lain adalah absennya Alexander Isak, rekrutan mahal Liverpool musim panas ini, yang belum dimasukkan ke skuad karena masalah kebugaran dan adaptasi.
Burnley, meski kalah tetap mendapat pujian untuk kerja keras dan kedisiplinannya. Mereka menutup ruang dengan baik dan membuat Liverpool frustasi. Namun, kesalahan kecil di akhir pertandingan harus dibayar mahal.
Editor: Agus Priwandono











