SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten menggagas pembentukan Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri. Gagasan ini untuk mewujudkan kolaborasi ketahanan pangan di Banten.
Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Hengki, menyampaikan bahwa Program Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri bukan sekadar gerakan lokal. “Tapi bagian dari upaya nasional menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan dan adaptif. Ketahanan pangan menyangkut keamanan nasional, stabilitas sosial, dan masa depan generasi muda. Polri dan Pemda punya peran penting dalam menjaga distribusi, produksi, dan memberantas penimbunan,” kata Hengki.
Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri, lanjutnya, mengusung pendekatan bioteknologi dan digitalisasi sebagai pilar utama.
Adapun, inovasi yang diusulkan, antara lain, pengembangan varietas unggul tahan iklim ekstrem hasil kolaborasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi.
“Pemanfaatan mikroba tanah dan pupuk hayati ramah lingkungan, pelatihan hidroponik dan akuaponik berbasis sensor digital untuk generasi muda, pendirian bank bibit dan laboratorium komunitas sebagai pusat inovasi desa, dan pemetaan lahan tidur berbasis spasial untuk optimalisasi lahan,” tutur Hengki.
Ia berharap, kegiatan ini menjadi model percontohan nasional dalam membangun ketahanan pangan berbasis inovasi dan kolaborasi multisektor. “Polri bukan hanya penegak hukum, tapi juga fasilitator pembangunan. Kami siap menjadi mitra aktif dalam transformasi desa,” tegasnya.
Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Karorena) Polda Banten, Kombes Pol Herry Ardyanto, menambahkan, program ini akan dijalankan di setiap kelurahan atau kampung yang memiliki potensi pertanian, peternakan, hingga UMKM.
“Kalau ekonomi masyarakat maju, otomatis kehidupan mereka akan lebih layak. Dan ketika mereka punya kegiatan produktif, angka kriminalitas akan menurun karena tidak lagi mencari pekerjaan di luar yang berisiko,” jelasnya.
Herry mengungkapkan, Kampung Bhayangkara Pangan Mandiri akan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama OPD yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan.
“Kami menargetkan produk program ini bisa tembus ekspor. Deklarasi dan launching direncanakan pada Oktober 2025. Strukturnya bersifat non-struktural, sebagai tandem strategis kepala desa bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan penyuluh OPD,” ungkap Herry. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











