PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Gelombang laut tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir membuat banyak nelayan di Teluk Labuan dan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, memilih tidak melaut. Kondisi ini berdampak pada turunnya hasil tangkapan ikan di sejumlah Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Dari pantauan di lapangan, perahu nelayan terlihat bersandar di dermaga tanpa aktivitas. Sebagian nelayan khawatir risiko kecelakaan jika memaksa melaut. Meski begitu, ada juga yang nekat berangkat, namun hasil tangkapan mereka jauh berkurang.
“Kalau ada rezeki dan cuaca bagus, hasilnya bisa sampai 3 kuintal. Tapi sudah dua hari ini hasilnya menurun drastis, hanya dapat selar atau ikan kecil,” kata Rudi, nelayan asal Carita, Selasa 16 September 2025.
Rudi menyebut biasanya perahu kecil bisa menghasilkan 30-50 kilogram ikan, seperti tenggiri, manyung, atau tongkol. Namun, belakangan hasil tangkapan mayoritas hanya ikan selar. Dari sekitar 15 unit perahu berkapasitas 0,3 GT yang beroperasi, hasil tangkapan langsung dijual lewat sistem lelang di TPI.
Ia juga mengeluhkan mahalnya harga jaring dan minimnya bantuan alat tangkap dari pemerintah.
Terpisah, Kasubag TU UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan DKP Banten, H Asep Mardiyanto, mengatakan sebagian nelayan tetap melaut, tapi hanya berani di perairan dekat pantai.
“Ada yang berangkat, tapi tidak sampai ke tengah. Mereka sudah diimbau agar tidak memaksakan diri kalau cuaca tidak baik,” kata Asep.
Menurutnya, hasil tangkapan di TPI Labuan ikut merosot tajam.
“Biasanya bisa satu ton per hari, sekarang di bawah itu,” jelasnya.
Asep menambahkan, saat tidak melaut, sebagian nelayan mencari penghasilan tambahan dari usaha kecil seperti berjualan, mengolah ikan asin, atau memperbaiki jaring.
Sementara, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Pandeglang, Uun Junandar, menyebut sekitar 40 persen nelayan memilih tidak melaut dalam sebulan terakhir.
“Ada penurunan hasil tangkapan, terutama karena musim selatan. Sebagian besar nelayan di wilayah selatan terdampak,” kata Uun.
Uun menjelaskan jumlah nelayan di Pandeglang mencapai 10 ribu orang dengan 3.000–4.000 kapal terdaftar. Dalam kondisi normal, produksi ikan rata-rata 3.100 ton per bulan atau 37 ribu ton per tahun pada 2025 hingga Agustus. Namun, laporan resmi September masih menunggu data dari UPT TPI.
“Karena banyak yang tidak melaut, hasil tangkapan jelas menurun. Untuk data resminya kami tunggu di akhir bulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat berhenti melaut, nelayan biasanya memperbaiki kapal, jaring, hingga memanfaatkan koperasi untuk kebutuhan sehari-hari.
Editor: Bayu Mulyana











