• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Bulog Tak Serap Gabah, Petani di Pandeglang Jual ke Tengkulak

Moch. Madani Prasetia by Moch. Madani Prasetia
Selasa, 23 September 2025 19:42
in Berita Utama, Pandeglang
Bulog Tak Serap Gabah, Petani di Pandeglang Jual ke Tengkulak

Ilustrasi suasana lahan pertanian di Kelurahan Kadumerak, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang/Moch Madani Prasetia

PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID–Petani di Kabupaten Pandeglang mengeluhkan seretnya penyerapan gabah oleh Perum Bulog. Kapasitas gudang Bulog yang penuh membuat hasil panen tidak terserap maksimal. Akibatnya, petani terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga lebih rendah.

Petani asal Kecamatan Menes, Muhamad Tofari, menyebut kelompok taninya bisa menghasilkan 5-7 ton gabah sekali panen. Biasanya gabah itu diserap Bulog dengan harga stabil Rp6.500 per kilogram. Namun karena gudang penuh, ia harus melepas gabah ke tengkulak seharga Rp6.000 per kilogram.

RelatedPosts

HUT Kabupaten Tangerang

Rangkaian Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang dan HSN 2026 Resmi Dimulai

Sabtu, 3 Oktober 2026 12:31
Porprov Banten 2026

Porprov Banten 2026: Mengejar Waktu, Mengejar Kesiapan

Sabtu, 3 Oktober 2026 12:09
Kapolda Banten Hendra Kurniawan

Kapolri Promosikan Brigjen Pol Hendra Kurniawan Sebagai Kapolda Banten

Sabtu, 3 Oktober 2026 11:43
belanja modal

Pemkab Serang Siap Geser Belanja Tak Produktif ke Belanja Modal

Sabtu, 3 Oktober 2026 11:38

“Kalau ke Bulog harganya stabil Rp6.500 per kilogram. Tapi karena belum diserap, terpaksa dijual ke pengepul atau tengkulak Rp6.000. Selisih ini jelas merugikan petani,” kata Tofari, Selasa 23 September 2025.

Ia meminta pemerintah segera turun tangan. Menurutnya, jika distribusi beras dari gudang Bulog tak segera dilakukan, petani akan semakin bergantung pada tengkulak dengan harga rendah. Hasil panen juga berpotensi menumpuk tanpa kepastian serapan.

Sementara itu, Kepala Bulog Kancab Lebak-Pandeglang, Agung Trisakti, menjelaskan penghentian sementara penyerapan gabah dilakukan untuk menjaga keseimbangan stok nasional. Ia menyebut target serapan tahun ini sudah tercapai dengan total tiga juta ton gabah.

“Saat ini gudang sudah penuh, sehingga sementara penyerapan dihentikan. Kami masih menunggu arahan pemerintah untuk distribusi agar stok bisa kembali bergerak,” kata Agung.

Agung memastikan penyerapan gabah akan dibuka kembali jika distribusi bantuan pangan mulai digulirkan.

Ia berharap kondisi ini tidak menyurutkan semangat petani Pandeglang untuk terus menjaga produksi di tengah keterbatasan kapasitas gudang Bulog.

Sementara, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pandeglang, Nuridawati menanggapi keluhan petani terkait seretnya penyerapan gabah oleh Perum Bulog. Kondisi ini membuat petani terpaksa menjual gabah ke tengkulak dengan harga lebih rendah.

Menurut Nuridawati, harga pembelian Bulog sebenarnya stabil di kisaran Rp6.500 per kilogram. Namun karena gudang Bulog penuh, serapan tidak berjalan, sehingga petani harus melepas gabah ke tengkulak dengan harga Rp6.000 per kilogram, bahkan bisa lebih rendah.

“Memang betul, harga di Bulog Rp6.500 per kilogram. Tapi karena gudangnya penuh, petani akhirnya menjual ke tengkulak sekitar Rp6.000, bahkan ada yang di bawah itu. Selisih ini jelas merugikan petani,” kata Nuridawati.

Ia menjelaskan kuota penyerapan gabah oleh Bulog sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Karena target nasional sudah tercapai, penyerapan sementara dihentikan untuk menjaga keseimbangan stok beras.

“Ini memang sudah konfirmasi ke Bulog. Serapan gabah ditutup karena stok nasional. Kuotanya sudah ditentukan pusat, jadi daerah tidak bisa memaksa,” jelasnya.

“Harusnya ada BUMD yang bisa menyerap gabah petani. Kalau ada masalah seperti ini, petani tidak terpaksa menjual murah ke tengkulak. Tapi sampai sekarang memang belum berjalan karena butuh modal besar,” sambungnya.

Nuridawati menyebut saat ini sebagian petani masih bisa menjual gabah ke perusahaan swasta seperti Wilmar. Namun jumlahnya terbatas dan tidak semua petani bisa terakomodasi.

Reporter: Moch Madani Prasetia
Editor: Agung S Pambudi

Tags: berasdistribusi berasgabahgudang buloghasil panenkabupaten pandeglangPandeglangpenyerapan tabahPetanistok nasionaltengkulak
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Wali Kota Tangsel Tegaskan Laporan APBD 2024 Sudah Diaudit BPK

Next Post

Remaja di Jombang Wetan Cilegon Derita Gizi Buruk Selama 18 Tahun

Next Post
Remaja di Jombang Wetan Cilegon Derita Gizi Buruk Selama 18 Tahun

Remaja di Jombang Wetan Cilegon Derita Gizi Buruk Selama 18 Tahun

Suyudi Ario Seto

Keluarga Besar Ibunda Suyudi Ario Seto Gelar Tasyakuran di Pandeglang

Kamis, 1 Oktober 2026 18:02
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga Komjen Suyudi Ungkap Kebiasaan Sang Jenderal Saat Berkunjung ke Rangkasbitung

Kamis, 1 Oktober 2026 14:25
Kapolda Hengki

BREAKING NEWS! Kapolda Banten Diganti, Irjen Pol Hengki Jabat Kapolda Jawa Barat

Sabtu, 3 Oktober 2026 09:06
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto Kapolri

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Keluarga Besar di Rangkasbitung Gelar Syukuran

Kamis, 1 Oktober 2026 16:09
Tol Serang-Panimbang

Wakil Bupati Pandeglang Nilai Pintu Tol Bojong Sebagai Pembuka Isolasi Ekonomi Banten Selatan

Jumat, 2 Oktober 2026 13:50
Suyudi Ario Seto gemar makan jojorong

Keluarga di Rangkasbitung Ungkap Komjen Suyudi Ario Seto Gemar Menyantap Jojorong dan Sayur Sop

Kamis, 1 Oktober 2026 14:57
JLS Cilegon

Cegah Kecelakaan Berulang, Titik Putar Balik di JLS Cilegon Ditutup Permanen

Jumat, 2 Oktober 2026 16:50

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

HUT Kabupaten Tangerang

Rangkaian Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tangerang dan HSN 2026 Resmi Dimulai

by Mulyadi
Sabtu, 3 Oktober 2026 12:31
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang resmi memulai rangkaian peringatan...

Porprov Banten 2026

Porprov Banten 2026: Mengejar Waktu, Mengejar Kesiapan

by Aas Arbi
Sabtu, 3 Oktober 2026 12:09
0

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 tinggal menghitung hari. Namun, semakin dekatnya waktu pelaksanaan justru membuat sejumlah persoalan persiapan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.