SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten terus menunjukkan perannya dalam memberikan perlindungan sosial bagi warga rentan, khususnya anak-anak dan lanjut usia (lansia) telantar.
Di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Sosial Dinsos Banten, yang berlokasi di Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, saat ini terdapat 85 orang yang mendapatkan pengasuhan. Mereka terdiri atas 60 lansia dan 25 anak dari delapan kabupaten/kota di Banten. Di tempat tersebut, mereka memperoleh kebutuhan dasar berupa sandang, pangan, dan papan. Keberadaan UPTD ini menjadi harapan baru bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki tempat tinggal maupun dukungan keluarga.
Kepala UPTD Perlindungan Sosial pada Dinsos Banten, Sirojudin, menjelaskan bahwa anak-anak dan lansia tidak hanya diberikan perlindungan, tetapi juga pembinaan sebagai bagian dari rehabilitasi fisik, mental, dan sosial. “Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. Di sini, mereka kami sekolahkan mulai dari SD, SMP hingga SMA. Semua kebutuhan, mulai dari seragam, alat tulis, hingga uang saku, kami tanggung penuh,” ujar Sirojudin, Jumat 26 September 2025.
Menurutnya, sudah banyak anak binaan yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan kini bekerja. Bahkan, sejumlah lembaga, termasuk TNI, siap menampung mereka setelah lulus sekolah. Hal ini jelas menjadi harapan baru bagi para anak yang sebelumnya telah kehilangan ‘mentari’ dalam hidup mereka. Dimana, mereka diberikan kesempatan untuk melanjutkan bangku pendidikan, dan mengejar cita-cita mereka.
Adapun bagi lansia, terdapat empat layanan utama, yakni pemenuhan kebutuhan dasar, bimbingan fisik, mental, spiritual, serta kegiatan keterampilan. Lansia juga diajak membuat kerajinan seperti kotak tisu dan produk sederhana lainnya yang kemudian dipasarkan kepada masyarakat. “Dengan bimbingan keterampilan ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat sosial para lansia, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk tetap produktif,” jelasnya.
Meski demikian, Sirojudin mengakui keterbatasan sarana, SDM, dan anggaran masih menjadi tantangan. Dari total penduduk Banten sekitar 12 juta jiwa, baru sekitar 0,01 persen yang tertangani. “Karena itu, kami berharap ada penguatan dan dukungan dari berbagai pihak agar pelayanan perlindungan sosial semakin luas dan optimal,” tandasnya.
Meski dengan segala keterbatasan, UPTD Perlindungan Sosial Banten tetap berkomitmen hadir sebagai sandaran bagi anak dan lansia terlantar, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap warga rentan.
Reproter: Yusuf Permana
Editor: Aditya











