LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memprioritaskan penangan Kemiskinan di daerah yang di pimpin Bupati Hasbi Jayabaya.
Hingga Desember 2024 lalu kemisinan di Lebak sebesar 8,44 persen atau 111.710 jiwa dari total penduduk.
Wakil Bupati Lebak Amir Hazmah menyatakan, Kabupaten Lebak tengah berbenah guna meningkatkan tarap ekonomi masyarakat. Karena itu, pada tahun anggaran 2026, orang nomor dua di kota Multatuli ini memprioritaskan tiga program unggulan salah satunya penanganan kemiskinam ekstrem.
“Penangan kemiskinan ekstrem, penanganan runah tidak laik huni disamping jalan menjadi prioritas Pemkab Lebak,” kata Amir, Minggu 12 Oktober 2025.
Upaya Pemkab Lebak untuk menangani kemiskinan khsusnya kemiskinan ekstrem sejalan dengan pemerintah pusat.
Kemiskinan dalam tiga tahun terakhir terus turun. Dimana, pada tahun 2021 angka kemiskinan menyentuh 10,29 persen. Namun, ditahun 2022 bisa ditekan dimana angka kemiskinan mencapai 8,91 persen, tahun 2023 mencapai 8,68 persen dan tahun 2024 mencapai 8,44 persen.
“Penanganan kemiskinan yang terus pemkab lebak upayakan mendapat tantangan karrna anggaran APBD yang dimiliki cukup terbatas. Karenanya, butuh kolaborasi dalam penangan mulai bantuan pemerintah pusat dan pemprov banten,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi, Pemkab Lebak menargetkan penurunan tingkat kemiskinan menuju 4 persen di tahun 2045.
“Sinergi ini menjadi wujud nyata semangat kolaboratif dalam membangun ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan guna menurunkan angka kemiskinan secara signifikan,” katanya.
Editor Daru Pamungkas











