SERANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten resmi menambah lima guru besar baru pada Oktober 2025.
- Subhan, Guru Besar Pengembangan Kurikulum Pendidikan Bahasa Arab.
- Endad Musaddad, Guru Besar Hukum Islam Indonesia.
- Suadi Sa’ad, M.Ag, Guru Besar Ilmu Tasawuf.
- Sholahuddin Al Ayubi, Guru Besar Antropologi Agama.
- Muhajir, Guru Besar Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam.
Dengan tambahan tersebut, kini UIN Banten memiliki total 27 guru besar aktif.
Sebelumnya, pada Mei 2025, UIN Banten juga mengukuhkan lima guru besar lain, yaitu Budi Sudrajat, Muhammad Ishom, Umdatul Hasanah, Wasehudin, dan Ahmad Sanusi.
Peningkatan jumlah guru besar ini menunjukkan komitmen universitas dalam memperkuat kualitas akademik dan riset di lingkungan kampus.
Rektor UIN Banten, Prof Muhammad Ishom, menyebut peningkatan jumlah guru besar sebagai salah satu program prioritas selama masa kepemimpinannya hingga 2029.
“Saya memiliki empat program fokus untuk meningkatkan kualitas akademik, daya saing lulusan, serta memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah,” ujar Ishom, dikutip dari Banten Ekspres, Kamis (2/10/2025).
Target 50 Guru Besar Hingga 2029
Ishom menjelaskan, UIN Banten memiliki 38 program studi (prodi), tetapi baru 22 prodi yang memiliki guru besar.
“Idealnya, setiap prodi memiliki satu guru besar,” katanya. Untuk itu, ia menargetkan lahir 50 guru besar baru dalam empat tahun ke depan.
Menurut Ishom, kehadiran guru besar akan memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjadi panutan bagi mahasiswa dan dosen.
“Meskipun belum bisa mencakup seluruh prodi, saya berharap di bawah kepemimpinan empat tahun ke depan akan lahir 50 guru besar baru,” ujarnya optimistis.
Editor:Bayu Mulyana











