SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) akan dialgomerasikan untuk pengelolaan sampah di wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang dan Kota Cilegon.
Pasalnya, apabila PSEL dibangun di masing-masing wilayah tersebut, kuota sampah hariannya akan sangat sulit untuk dipenuhi karena membutuhkan hingga 1.500 ton sampah per harinya.
Hal tersebut diketahui setelah tim dari pemerintah pusat yang terdiri dari lintas kementerian melakukan survei ke lokasi-lokasi yang diusulkan oleh tiga pemerintah daerah tersebut untuk program PSEL.
Peninjauan dilakukan guna memastikan kondisi lahan yang diusulkan telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat sehingga program PSEL bisa dijalankan.
Usai meninjau lokasi-lokasi tersebut, tim dari lintas kementerian dan perwakilan dari masing-masing pemerintah daerah kemudian melakukan rapat di Pendopo Bupati Serang untuk menanyakan kesiapan dari masing-masing wilayah untuk program PSEL.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Serang dan Pemkot Serang menyatakan kesiapan apabila wilayah mereka menjadi lokasi PSEL, sementara Pemkot Cilegon akan mendukung wilayah manapun yang terpilih menjadi lokasi PSEL.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, ada sebanyak 3 lokasi yang telah diusulkan oleh Pemkab Serang untuk program PSEL di Kabupaten Serang. Tiga lokasi tersebut ialah Desa Grogol, Desa Kosambi Ronyok Kecamatan Anyar, dan Desa Luwuk Kecamatan Gunung Sari.
“Kami kedatangan tamu dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendagri, kemudian juga Kementerian Koordinator Bidang Pangan dalam rangka untuk membicarakan dan survei lokasi untuk PSL. Jadi kita tadi banyak berdiskusi terkait lokasi itu,” katanya, Rabu 29 Oktober 2025.
Ia mengatakan, jika program PSEL di wilayah Serang, Cilegon rencananya akan dilakukan algomerasi. Dimana akan dibangun satu PSEL untuk menangani persoalan sampah di tiga wilayah yakni, Kota Serang, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.
“Kita disatukan dengan wilayah dekat kami, jadi kita akan rapat koordinasi dengan DLH Provinsi Banten dan pak gubernur,” ujarnya.
Zakiyah mengatakan, untuk lokasi program PSEL masih belum bisa dipastikan. Pasalnya masih harus dilakukan pembahasan dengan pemerintah Kota Serang, Cilegon dan Provinsi Banten.
Ia mengungkapkan, lokasi yang diajukan oleh Pemkab Serang ada beberapa lokasi yang masuk persyaratan dan ada pula tidak masuk karena aksesnya yang terlalu jauh.
“Tidak masuk persyaratan ada hal yang dari jarak karena kan kita kan kondisi wilayah kita kan memang dari ujung barat sampai ujung timur itu ada 29 kecamatan tersebar dan lumayan jauh-jauh. Jadi tadi mungkin hambatannya di jarak antara lokasi yang kita inginkan dengan lokasi yang nanti kita kita pengambilan sampah,” ujarnya.
Pada intinya, lanjut Zakiyah, keberadaan PSEL di wilayah Serang diharapkan nantinya mampu menyelesaikan persoalan sampah di wilayah Serang dan Cilegon (Seragon).
Lebih lanjut, Zakiyah bertahap agar Kabupaten Serang bisa terpilih sebagai lokasi untuk PSEL karena memang memiliki produksi sampah paling banyak. Sehingga, apabila lokasinya berada di Kabupaten Serang akan memudahkan untuk pengangkutan sampah.
“Produksi sampahnya sangat banyak kurang lebih 1000 sampai 1200 ton maka kami berharap PSL itu juga lokasinya ada di Kabupaten Serang,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S pambudi











