LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Latihan gabungan Bersama Terpadu (Latgabmapad) Bhakti Kanyini AusIndo 2025 di fokuskan di Lebak selatan tepatnya di Kecamatan Bayah dan Panggarangan.
Latihan gabungan dari unsur-unsur TNI, ADF (Australia Defence Force), Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), BPBD Provinsi Banten, BPBD Kabupaten Lebak dan, Basarnas. Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekolah salah satunya SMAN 1 Bayah.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen serius berbagai pihak dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi potensi ancaman gempa megathrust dan tsunami Selat Sunda.
Kepala SMA Negeri 1 Bayah Asep Darmamulya menyampaikan apresiasinya secara khusus kepada jajaran TNI, baik dari jajaran markas besar TNI, Danrem 064/ Maulana Yusuf, Brigjen TNI Edi Saputra Dandim 0603 Lebak Letkol Inf Herbert Rony P. Sinaga yang hadir dan berinteraksi langsung dengan SMA Negeri 1 Bayah.
“Kami bersyukur terpilih menjadi salah satu pihak yang menerima kunjungan tamu internasional dari ADF, perwakilan tentara Amerika Serikat, maupun Timor Leste, atas rekomendasi dari GMLS,” kata, Kepala SMA Negeri 1 Bayah Asep Darmamulya, Rabu 29 Oktober 2025.
Ia mengatakan, GMLS telah membantu dan membimbing pihak sekolah sejak awal tahun dalam kegiatan berbasis mitigasi kebencanaan. Sehingga, seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Bayah sudah siap menghadapi bahaya, sekalipun hal itu bukanlah yang diharapkan.
“Kami terus mendapatkan penguatan kapasitas mitigasi dari berbagai pihak dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang menyeluruh bagi warga sekolah, termasuk di sekolah-sekolah lain sekitar. Ini teblntunya, sangat penting,” ujarnya.
Danish, perwakilan siswa SMA Negeri 1 Bayah juga menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya terhadap kunjungan ini. Kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan WNA, menjalin persahabatan, dan menerima keramah – tamahan yang mereka rasakan terasa membanggakan.
“Beberapa perwakilan siswa lainnya juga merasa beruntung dan ingin kegiatan ini dilakukan kembali pada masa mendatang,” katanya.
Ketua GMLS Anis Faisal Reza yang turut ambil bagian dalam kegiatan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 ini mengaku bersukur kegiatan Bhakti Kanyini ini dapat diselenggarakan di Lebak selatan.
“Bagi kami di GMLS, partisipasi dalam Bhakti Kanyini Ausindo 2025 ini adalah sebuah kehormatan besar. Kami hadir sebagai satu-satunya organisasi masyarakat sipil yang berada langsung di wilayah berisiko dalam kegiatan ini. Terpenting, dalam kegiatan ini masyarakat lebih paham laginsoal mitigasj bencana bika sewakti-waktu musibah itu datang, kendati kita semua tidak ingin itu terjadi,” katanya.
Bhakti Kanyini ialah program kerja sama antara TNI dengan ADF yang berfokus pada HADR (Humanitarian Assistance & Disaster Relief). Program ini dilaksanakan sekali setahun, yang dimulai pada tahun lalu di Kepulauan Tiwi, Darwin, Australia dan dilanjutkan tahun ini di Bayah, Lebak, Banten, Indonesia.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi












