KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Kabar akan ditundanya gaji pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tangsel selama dua bulan di tahun depan membuat sejumlah ASN ketar ketir.
Mendengar adanya informasi tersebut membuat mereka terkejut bahkan kecewa, terlebih selain penundaan gaji, Tambahan Penghasilan Pegawai atau TPP mereka juga dipotong 6 persen di tahun depan.
Mereka yang kecewa beranggapan tak seharusnya Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengorbankan hak dasar mereka demi efesiensi akibat defisit anggaran Rp510 miliar.
Disamping adanya raut kekecewaan dirasakan ASN, sebagian dari mereka menanggapi rencana penundaan gaji dengan tenang, bahkan sedikit bercanda.
Salah seorang ASN yang tak mau disebut namanya ketika mengetahui rencana penundaan gaji dan pemotongan TPP, berkelar akan siap untuk puasa selama dua bulan di tahun depan.
“Siap-siap puasa di tahun depan dan harus stok Promag (obat lambung-red) dari sekarang, karena takutnya kalo beli tahun depan udah pada habis, haha,” ujar ASN tersebut, Kamis 30 Oktober 2025.
Seorang ASN lainnya mengaku juga telah menyiapkan diri jika gaji dan TPP mereka benar-benar dipangkas. “Ya harus siap dua bulan gak gajian,” ujarnya.
Sementara itu seorang ASN lainnya mempertanyakan alasan Wali Kota menunda gaji mereka. Ia beranggapan, ASN tidak memiliki tanggung jawab apapun terhadap defisit anggaran yang terjadi.
Ia mendesak agar penundaan gaji dan pemotongan TPP menjadi tanggung jawab penuh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel.
“Udah waktnya pimpinan jangan kepengen untung aja. Contoh tuh Gubernur Jawa Barat, korbanin uang tunjangan mereka, kali-kali gitu. Giliran defisit bilang, giliran lebih diem-deiam bae,” ketusnya.
Beragam tanggapan dan komentar sejumlah ASN Kota Tangsel menunjukan bahwa rencana penundaan gaji dan pemotongan TPP oleh Wali Kota Tangsel masih menjadi polemik dan bukan solusi bijak menghadapi defisit anggaran di tahun depan.
Editor: Bayu Mulyana











