LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID- Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menyatakan kesiapan mengimplementasikan Project Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) 2026.
Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Rl, bersama Bappenas, Kementerian PUPR bersama World Bank yang menggawangi program ini.
Dua TPA di Lebak yang siap melaksanakan pengelolaan sampah terpadu dengan zero waste yang berlokasi di TPA Dengung, Maja dan TPA Cihara.
“Pemkab Lebak telah menyusun penganggaran untuk Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED), serta dokumen-dokumen dalam program LSDP,” kata Hasbi.
Hasbi berharap proyek pembangunan TPST ini berjalan lancar, sehingga terwujud manajemen pengelolaan sampah dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat.
“Semoga terwujud lahan ini sebagai tempat pengelolaan sampah yang nantinya juga akan melibatkan masyarakat,” jelasnya.
Pengelolaan TPST ini akan menggunakan sistem RDF (Refuse Derived Fuel). Nantinya sampah itu bisa jadi sumber energi,” jelasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Iwan Sutikno mengatakan, Kabupaten Lebak menjadi daerah yang masuk dalam proyek nasional pembangunan TPST.
Yakni, pembangunan TPST dalam pelaksanaan program Local LSDP dengan dukungan Bank Dunia.
“Pak Bupati mendukung penuh program LSDP ini. Mudah-mudahan tahun 2026, pembangunannya sudah bisa terlaksana,” kata Iwan.
Iwan mengatakan, Bupati Lebak Hasbi Jayabaya menetapkan pengelolaan sampah sebagai proyek strategis daerah.
Komitmen tersebut dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Lebak Nomor 4 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Lebak Tahun 2025-2029.
“Ya, pak Bupati komitmen transformasi ekonomi hijau Kabupaten Lebak dengan melakukan reformasi pengelolaan sampah terintegrasi dari hulu ke hilir,” katanya.
Reporter: nurabidin
Editor: Agung S Pambudi











