SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Serang akan hemat anggaran di tahun 2026, setelah mendapat pemangkasan dana transfer pusat sebesar Rp186 miliar.
Penghematan anggaran itu akan bermulai dari rapat-rapat kerja di luar, hingga penggunaan listrik.
Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, mengatakan langkah efisiensi ini menjadi konsekuensi logis dari turunnya dana transfer.
Menurut Nanang, kebijakan pusat itu yang akhirnya mempengaruhi anggaran Kota Serang.
“Kita mulai efisiensi, tidak ada lagi rapat-rapat di hotel. Kalau jam kerja sudah selesai, listrik dan AC dimatikan,” ujarnya, Kamis 5 November 2025.
Nanang menyebut, pemerintah harus menyesuaikan program sesuai kemampuan keuangan.
Meski ada penghematan, Pemkot tetap memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan program Budi-Agis.
“Yang penting, efisiensi tidak mengorbankan pelayanan publik,” katanya.
Ia menegaskan, arah kebijakan dalam KUA-PPAS tahun ini juga tetap mencerminkan janji politik Wali Kota Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Nur Agis Aulia yang tertuang dalam RPJMD.
“Fokusnya pada program nyata dan berdampak, bukan kegiatan seremonial,” ujarnya.
Editor Daru Pamungkas











