PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pandeglang berhenti Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Sebab tindakan atau perilaku BABS sangat tidak sehat dan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit seperti diare, dan masalah kesehatan lain.
Oleh karena itu masyarakat harus berhenti melakukan BABS atau membuang kotoran manusia pada ruang terbuka seperti ladang, sungai, hutan, atau semak-semak.
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani mengajak, kepada masyarakat untuk sehat bersama.
“Jangan buang air besar sembarangan (BABS) karena itu berbahaya bagi kesehatan. Lingkungan yang bersih akan menciptakan masyarakat yang sehat,” katanya saat berada dalam acara Percepatan Open Defecation Free (ODF) bertempat pada Gedung PGRI Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, Selasa, 11 November 2025.
Bupati Dewi menegaskan, kalau pemerintah Kabupaten Pandeglang terus berupaya meningkatkan capaian ODF atau berhenti Buang Air Besar Sembarangan dengan melakukan berbagai program dan penyuluhan kepada masyarakat.
“Salah satunya melalui pembangunan fasilitas MCK yang layak. Agar masyarakat tidak lagi BABS,” katanya.
Bupati Dewi mengungkapkan, dengan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Pandeglang dapat mencapai target ODF 100 persen atau bebas dari BABS.
“Demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Eni Yati menjelaskan, bahwa untuk dapat wujudkan Kabupaten atau Kota Sehat (KKS) Pandeglang, minimal mencapai minimal 80 persen ODF atau bebas BABS.
“Kami terus mendorong seluruh kecamatan, desa agar aktif dalam program ini. Target kami, capaian ODF bisa terus meningkat sehingga Pandeglang siap ikut penilaian KKS,” katanya.
Eni Yati menerangkan, kalau upaya Pemerintah Kabupaten Pandeglang dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat telah menunjukkan hasil positif. Capaian Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan Kabupaten Pandeglang mengalami peningkatan signifikan.
“Jika pada tahun 2024 angka ODF baru mencapai 34 persen, maka pada tahun 2025 naik menjadi 54 persen,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











