TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Dicky Setiawan menyebut bahwa Realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) belum menyentuh akar rumput.
Dimana dia menilai, penerimanya masih berkutat di seputaran elit kekuasaan dan hanya mereka yang berjejaring saja.
Hal tersebut dikatakan Dicky Setiawan saat menyampaikan materi Realisasi CSR Perusahaan dalam acara Lokakarya Daerah di Upnormal Coffee, Citra Raya pada Jumat, 14 November 2025.
Dicky juga mengungkapkan bahwa selama ini warga yang masuk ring satu area perusahaan belum banyak mengetahui ada program CSR. Padahal aturannya jelas.
“Kabupaten Tangerang dikenal dengan julukan daerah 1001 industri, tapi peran perusahaan terhadap lingkungan masih jauh panggang dari api. Ini kan ironi? ,”ungkap Dicky.
Dicky juga menganggap bahwa Forum CSR atau Forum TSLP yang dibentuk bupati Tangerang dinilai belum optimal dalam bekerja.
Karena kata Dicky, dia tidak melihat terobosan mereka tentang realisasi CSR perusahaan. Masih seperti jalan di tempat dan belum inovatif.
“Kemarin itu, ada salah satu perusahaan besar menggelontorkan 6 miliar, alih-alih untuk mereka yang paling terdampak, malah diberikan kepada 60 koperasi merah putih.” katanya.
Sementara itu, Subandi Musbah memberi saran kepada masyarakat untuk menginisiasi perhimpunan kemitraan CSR di level lokal.
Dimana, setiap desa atau kecamatan memeiliki karakteristik tersendiri. Dan itu harus tumbuh dari bawah dengan tidak mengandalkan atas.
“Perusahaan berpotensi memberikan CSR, hanya saja, aktor lokal di masing-masing desa perlu kemampuan menyampaikan proposal berbasis nomenklatur,”katar Subandi.
Subandi berharap, agar organisasi sipil mulai melek isu CSR dengan cara pendampingan di level paling ujung, yaitu desa, dengan membentuk semacam forum kemitraan.
“Saatnya menyalakan lilin. Diaspora ke desa atau kecamatan. Dampingi masyarakat mendapat haknya. Jangan sampai CSR berkutat di lingkaran kecil saja,”ucap Subandi.
Reporter: Mulyadi
Editor: Agung S Pambudi











