LEBAK, RADARBANTEB.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mewaspadai bencana pergeseran tanah. Akibat pergeseran tanah empat unit rumah di Gunungkencana rusak berat pada Jumat 13 November 2025.
Empat unit rumah di Kampung Gunung Barat, Desa Gunungkencana, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak rusak berat akibat bencana pergerakan tanah.
“Ya, cuaca ekstrem yang menibulkan terjadinya intensitas hujan cukup tinggi juga berpitwnsi terjadinya bencana oergerakan tanaj. Karena itu, warga untuk waspada saat hujan turun debgan intensitas tinggi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizky Pratama, Selasa 18 November 2025.
Dia mengingatkan warga untuk waspada potensi terjadi pergerakan tanah. Hal ini berdasarkan data informasi dari Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BGPVMBG). Dimana, data BGPVMBG menginformasikan semua kecamatan di Bumi Multatuli merupakan daerah potensi pergerakan tanah dengan status menengah dan menengah tinggi.
“Zona pergerakan tanah itu semua menengah tinggi kecuali Rangkasbitung yang menengah rendah. Jika ditemukan retakan-retakan di tanah, di keramik rumah, di sepanjang dekat aliran sungai agar segera mengungsi. Karena dikhawatirkan pergerakan tanah bisa menimbulkan kerusakan pemukiman,” katanya.
Ia juga mengataman, terus meningkatkan koordinasi dengan relawan bencana dan kecamatan dalam menghafapi cuaca ekstrem seperti saat ini. Sehingga, saat terjadi musibah yang tidak diharapkan dapat segera turun membantu warga.
“Kita juga terus meningkatkan koordinasi baik dengan Kecamatan, Desa maupun relawan dalam menghadapi musim cuaca ekstrem ini,” katanya.
Selain ancaman banjir dan tanah longsor, kata Febby, ia juga mengingatkan kepada para nelayan akan ancaman gelombang tinggi.
“Kalau nelayan sudah paham soal ancam gelombang tinggi. Biasanya, kalau mereka taj melaut memperbaiki alat yangkap yang sudah mulai rusak,” ujarnya.
Editor: Bayu Mulyana











