LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Maraknya kasus bullying di dunia pendidikan Banten kembali memicu keprihatinan publik. Sejumlah insiden yang melibatkan pelajar SD hingga SMA ramai dibahas karena berdampak pada psikologis dan perkembangan anak.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menilai setiap kasus bullying mencerminkan lemahnya pendidikan karakter sejak dini. Ia menyebut perilaku merundung muncul karena anak tidak memahami pentingnya menghargai sesama.
“Ini kan permasalahan sikap anak terhadap temannya, terutama yang dianggap punya kekurangan atau kelemahan,” kata Amir.
Ia menyampaikan pendidikan karakter harus dimulai dari keluarga. Orang tua memegang peran utama dalam menanamkan empati dan sikap saling menghargai.
“Sikap menghargai itu harus dipupuk di sekolah dan di rumah. Manusia diciptakan berbeda, dan kita harus menerimanya,” ujarnya.
Amir menyebut sekolah sulit membentuk karakter bila pembiasaan di rumah tidak berjalan. Ia meminta orang tua tidak menyerahkan seluruh pendidikan moral kepada guru.
“Anak-anak kita lebih banyak diajarkan menghormati yang kaya, yang kuat, yang pintar. Padahal kita juga harus menghormati yang lemah,” tegasnya.
Ia juga mendorong sekolah di Lebak memperkuat pembinaan dan pengawasan. Komunikasi antara guru, siswa, dan orang tua dinilai penting untuk mencegah perundungan sejak awal.
Editor: Aas Arbi












