SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Harga emas batangan Antam kembali bergerak melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan pembaruan resmi dari PT Aneka Tambang (Antam), harga emas turun Rp2.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.380.000 menjadi Rp2.378.000 per gram, Rabu 26 November 2025.
Sementara itu, harga buyback atau harga yang diberikan Antam ketika konsumen menjual kembali emas batangan tetap stabil di angka Rp2.241.000 per gram.
Harga Mulai Berkoreksi Setelah Sempat Menguat
Penurunan tipis ini terjadi setelah beberapa hari terakhir harga emas berada dalam tren menguat. Kenaikan tersebut dipicu oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya permintaan global terhadap aset safe haven.
Namun, jelang akhir pekan, pasar kembali menunjukkan tanda-tanda koreksi seiring penguatan dolar AS dan antisipasi investor terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.
Analis komoditas menyebutkan bahwa pergerakan harga emas dalam jangka pendek masih akan cenderung fluktuatif. Pasar tengah menunggu rilis data ekonomi utama seperti inflasi dan tingkat pengangguran AS, yang berpotensi memengaruhi keputusan The Federal Reserve terkait arah suku bunga.
Investor Disarankan Tetap Waspada
Meski koreksi hari ini relatif kecil, para pengamat mengingatkan investor untuk tetap mencermati volatilitas harga. Penurunan tipis seperti ini kerap dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk menambah porsi investasi emas, khususnya bagi mereka yang berorientasi jangka panjang.
Namun, analis juga mengingatkan bahwa short-term trader perlu berhati-hati mengingat pergerakan harga emas dalam beberapa pekan terakhir cukup sensitif terhadap sentimen global.
Harga Dapat Berubah Sewaktu-Waktu
Sebagai catatan, harga emas Antam diperbarui setiap hari dan sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Karena itu, perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.
Harga emas hari ini menjadi perhatian bagi banyak investor ritel yang menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Editor Daru Pamungkas











