LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Komunitas Urban Farming Lebak menggelar kegiatan edukasi pengomposan waste food bersama para pelaku UMKM di Pendopo Museum Multatuli, Rangkasbitung, Jumat 29 November 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret komunitas dalam menekan emisi dari sampah organik rumah tangga sekaligus mendorong pola hidup ramah lingkungan di masyarakat.
Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan pada tahapan pengelolaan sampah organik rumah tangga—mulai dari pemilahan, proses fermentasi, hingga pemanfaatannya menjadi pupuk tanaman atau cairan pembersih lantai yang aman bagi lingkungan.
Ketua Komunitas Urban Farming Lebak, Faisal Rahma, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat agar lebih sadar mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Tujuan kami untuk mengurangi emisi rumah tangga dan mengembalikan manfaat sampah organik menjadi pupuk bagi petani,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 28 November 2025.
Menurut Faisal, ketika sampah organik dikelola dengan benar, ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat berkurang, sementara produktivitas lahan masyarakat justru meningkat.
“Dengan ini, petani dapat memperoleh pupuk organik yang lebih murah dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari pemerhati lingkungan. Ketua Greenson Farm Lebak, Ridwan, menilai pengomposan menjadi langkah strategis agar limbah organik tidak terus menumpuk dan berakhir di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA).
“Kami ingin mengolah limbah menjadi sumber daya baru. Namun kami masih butuh lebih banyak SDM peduli lingkungan,” ucapnya.
Ridwan menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci keberlanjutan pengolahan sampah.
“Jika dilakukan bersama, sampah yang dibuang ke TPA jelas bisa berkurang drastis,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Urban Farming Lebak berharap masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan sekaligus mendapatkan nilai tambah ekonomi dari limbah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.***











