PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang menandatangani kesepakatan kemitraan inovasi dengan perguruan tinggi dan lembaga sosial. Kemitraan inovasi bersama perguruan tinggi dan lembaga sosial merupakan upaya mewujudkan Pandeglang yang maju.
Perguruan tinggi yang mengikuti penandatanganan kesepakatan kemitraan inovasi yaitu, Institut Kemandirian Nusantara, STKIP Syekh Manshur, STKIP Mutiara Banten, dan STKIP Babunnajah.
Sedangkan, lembaga sosial, terdiri dari, Yayasan Harapan Dhuafa, Yayasan Planete Urgence Indonesia, dan Yayasan Pembangunan Citra Insan Indonesia.
“Kegiatan ini (penandatanganan kesepakatan kemitraan inovasi-red) bertujuan untuk memperkuat kolaborasi pemerintah bersama dunia usaha, perguruan tinggi, dan komunitas,” kata Kepala Bappeda Kabupaten Pandeglang, Sutoto, Minggu, 30 November 2025.
Sutoto menjelaskan, penandatangan kesepakatan kemitraan inovasi ini dilakukan untuk memastikan kemitraan terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran RPJMD 2025–2029.
“Dengan menargetkan terbentuknya daftar inisiatif lintas sektor serta tumbuhnya jejaring inovasi daerah yang berkelanjutan,” katanya.
Seperti, aplikasi Didingklik merupakan aplikasi layanan digital terpadu resmi dari Pemerintah Kabupaten Pandeglang yang mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform digital.
Aplikasi ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pemerintahan secara efektif, efisien, transparan, dan cepat.
“Melalui Didingklik, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan administrasi jependudukan, perizinan, perpajakan daerah, kesehatan, pendidikan, dan pengaduan masyarakat,” katanya.
Aplikasi Didingklik dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, Bappeda terus membangun kemitraan dalam inovasi.
“Dan kami bersyukur akhir pekan lalu, Ibu Bupati Pandeglang menerima Anugerah CSR kategori Kepala Daerah Inovatif dalam ajang Radar Banten Awards 2025. Penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi atas sebuah inovasi layanan digital kepada masyarakat,” katanya.
Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, mengapresiasi inisiasi Bappeda membangun kemitraan inovasi.
“Kami sangat mengapresiasi, tentu saja kemitraan inovasi lintas sektor ini bagian dari kerja bersama dalam meningkatkan layanan dasar. Untuk menekan angka kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran, serta mendorong transformasi ekonomi,” katanya.
Iing menegaskan bahwa potensi besar Pandeglang tidak akan berkembang tanpa inovasi dan kolaborasi.
“Setiap keterbatasan bukan penghalang, tetapi dijadikan bahan untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif,” katanya.
Editor: Agus Priwandono










