LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 114 keluarga korban banjir bandang dan tanah longsor tahun 2020 di Hunian Sementara (Huntara) Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebak Gedong, masih menjalani kehidupan dalam ketidakpastian.
Mereka kembali menerima bantuan sosial dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lebak, Sabtu, 28 November 2025.
Ketua Tagana Lebak, Iwan Hermawansyah, menyampaikan bahwa kedatangan Tagana merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi warga yang semakin terdesak, terutama memasuki musim penghujan.
“Kami datang untuk memberikan bantuan logistik. Warga sudah terlalu lama berada di kondisi memprihatinkan seperti ini, terutama saat musim hujan,” kata Iwan kepada RADARBANTEN.CO.ID pada Minggu, 30 November 2025.
Bantuan yang diberikan berupa beras, perlengkapan bayi, makanan instan, biskuit anak, serta paket sembako. Bantuan logistik yang disalurkan berupa 114 karung beras beserta paket sembako lainnya.
Bantuan ini menjadi penyangga kebutuhan warga yang hingga kini masih menunggu kepastian pembangunan hunian tetap dari pemerintah.
Iwan menjelaskan bahwa kondisi tenda darurat di huntara semakin memburuk. Lapuk dan kebocoran mulai terjadi di banyak titik sehingga tidak lagi mampu melindungi warga dari cuaca ekstrem.
“Beberapa warga mulai putus asa. Tanpa kepastian pembangunan hunian tetap, mereka hanya bertahan seadanya,” ujarnya.
Ia menegaskan, terdapat 114 kepala keluarga yang masih bertahan di huntara dan hanya menginginkan kehidupan yang layak.
“Harapan warga sederhana, ingin segera memiliki rumah dan hidup layak. Sudah lima tahun mereka tinggal di sini,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











