SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wilayah Kabupaten Serang digempur oleh aktivitas pertambangan yang sangat masif.
Salah satu titik yang menjadi area pertambangan ada di kaki Gunung Pinang, di Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, yang berbatasan langsung dengan Desa Wanayasa, Kecamatan Kramatwatu.
Area yang semula merupakan perbukitan kini berubah menjadi tanah lapang nan gersang. Bahkan, ada kubangan-kubangan kecil yang terbentuk akibat aktivitas pertambangan batu.
Pantauan dilokasi pada Jumat, 28 November 2025, aktivitas di area pertambangan sangat sepi. Tidak ada pekerja yang menambang batu.
Terlihat ada satu dua orang yang menggunakan sepeda motor, mereka melintas keluar dari area pertambangan.
Di lokasi terlihat bangunan-bangunan sementara dari terpal bekas pekerja beristirahat masih berdiri tegak.
Bahkan, masih terlihat beberapa peralatan yang tertinggal seperti kasur, ember, dan lain sebagainya.
Di lokasi juga terlihat masih ada dua alat berat berupa backhoe yang terparkir di atas bukit.
Terpantau ada beberapa pintu masuk yang bisa dilalui untuk masuk ke area pertambangan. Beberapa pintu terlihat telah diblokade dengan menggunakan batu agar jalan tidak bisa dilalui.
Ada satu truk yang mencoba masuk ke area pertambangan. Namun, karena kondisi sepi dan jalan terblokade, sopirnya putar balik.
Di lokasi, batu-batu yang sudah dipecahkan terlihat masih bertumpuk. Tidak ada pepohonan, suasana di lokasi sangat gersang.
Di beberapa titik, tebing-tebing menjulang yang dulunya merupakan bekas perbukitan.
Di sisi tebing terlihat bekas garukan dari alat berat. Ada juga beberapa titik yang menjadi kubangan dan terisi oleh air berwarna coklat.
Salah seorang warga Kramatwatu, Agung Permana, mengatakan jika aktivitas pertambangan melintasi dua desa di dua kecamatan, yakni Desa Wanayasa di Kecamatan Kramatwatu dan Desa Sukadalem di Kecamatan Waringinkurung.
Ia mengatakan, aktivitas pertambangan di wilayah tersebut sudah terjadi sejak lama.
“Sudah lama, awal mulanya saat pembangunan jalan Tol Jakarta-Merak, pengambilan tanah merah kalau dulu, kalau sekarang tanah cadas,” ujarnya.
Ia merasa perihatin dengan kondisi lahan di lokasi tersebut karena sudah rusak. Ia pun meminta agar bisa dilakukan reboisasi untuk pemulihan lahan.
“Harus ada reboisasi, karena bagaimanapun juga gunung pinang adalah jantungnya kabupaten serang bagian barat, karena ada ditengah-tengah keramateatu, salah satu penghidupan bagi masyarakat di sekitar,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono











