SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berupaya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
Mereka menggelar rapat koordinasi lintas sektoral yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kabupaten Serang membahas kondisi keamanan dan kenyamanan pantai Anyar-Cinangka.
Salah satunya dengan berupaya agar para pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Serang agar tidak memasang tarif mahal, baik harga jual barang-barang ataupun tiket masuk ke tempat wisata.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, pihaknya telah melaksanakan rapat koordinasi untuk persiapan menjelang Nataru 2025-2026.
Dalam rapat tersebut pihaknya mengundang serta pihak BMKG, petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Kepolisian, Balawista, dan pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Serang untuk memastikan agar wisatawan yang berkunjung ke Anyar-Cinangka merasa aman dan nyaman.
“Kalau melihat L presentasi dari BMKG yang dipaparkan mengenai cuaca di wilayah kami dalam rangka menjelang Nataru itu insya Allah dalam keadaan seperti biasa hujan, agak lebat, tapi insyaallah dalam keadaan aman dan nyaman,” katanya, Jumat 5 Desember 2025.
Lalu, untuk kondisi gunung anak Krakatau juga dalam kondisi aman sebagaimana yang disampaikan oleh petugas pos pantau GAK. “Jadi insyaallah semuanya dalam keadaan aman dan nyaman untuk dilakukan atau berwisata di wisata Anyar,” ujarnya.
Lalu, untuk menjamin keamanan dari para wisatawan yang berlibur ke Kabupaten Serang, pihaknya sudah melakukan sertifikasi bagi para para petugas Balawista yang bertugas sehingga mereka bisa menjaga wisatawan yang berlibur.
“Tadi juga kita koordinasi bahwa tolong agak diperketat lagi sehingga ke depan para wisatawan juga memperhatikan keamanan untuk tetap bisa bermain di wisata Anyar. Jadi dipastikan Insyaallah aman dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, untuk menjaga kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Anyar-Cinangka, pihaknya telah menggelar rapat dengan Disporapar Kabupaten Serang untuk memastikan agar para pelaku usaha tidak mengetok harga.
“Sudah melakukan rapat-rapat persiapan dengan PHRI dan pelaku usaha kuliner yang ada di sekitar sini dan harus membuat daftar harga yang harus disesuaikan dengan yang seharusnya,” ujarnya.
Pihaknya pun berencana akan menerbitkan surat edaran yang akan disampaikan ke pelaku usaha pariwisata agar mereka tidak menaikan harga saat momen Nataru sehingga akan mengganggu kenyamanan wisatawan.
“Edaran insya Allah nanti kita buat. Sehingga nanti memberikan kenyamanan bagi warga. Wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Anyar,” ujarnya.
Editor Daru











