CILEGON, RADARBANTEN CO.ID – Pagi itu, 7 Desember 2025, udara Kota Cilegon terasa berbeda. Bukan karena langit yang cerah, melainkan karena semangat yang dibawa anak-anak TK YPWKS III.
Di tangan mereka, payung-payung mungil berwarna cerah bergoyang pelan, seolah menyimpan cerita yang siap ditampilkan di panggung besar Lomba Tari Kreasi PAUD/TK se-Kota Cilegon.
Di balik panggung, para penari cilik berdiri berbaris mengenakan kostum anggun khas tari payung. Hiasan kepala berkilau, wajah-wajah kecil dihiasi riasan sederhana, dan tangan-tangan mungil menggenggam payung dengan penuh harap. Sesekali mereka berlatih putaran kecil, memastikan setiap gerakan selaras.
Guru pembina menatap mereka dengan senyum bangga. “Anak-anak, ingat ya, nikmati tariannya. Kalau senang, penonton juga ikut senang,” ucapnya lembut. Anak-anak mengangguk. Ada yang tersenyum gugup, ada pula yang tertawa kecil, namun semangat mereka sama besarnya.
Tak lama kemudian, tiba giliran mereka.
“TK YPWKS III!” Panggil pembawa acara lantang.
Anak-anak melangkah ke panggung. Lampu sorot menyala, musik tari payung mengalun. Seketika, semua kegugupan berubah menjadi keceriaan.
Payung-payung kecil berputar, membuka dan menutup mengikuti ritme, menghadirkan warna dan kehidupan di atas panggung. Gerakan tangan yang lembut, langkah gemulai, serta formasi yang kompak seolah menebarkan kegembiraan.
Penonton tersenyum, para juri menyimak dengan mata berbinar. Tak banyak yang menyangka, penampilan seanggun itu dibawakan oleh anak-anak seusia mereka.
Pada bagian akhir, ketika payung-payung berputar serempak lalu terangkat ke udara, tepuk tangan bergemuruh memenuhi ruangan. Anak-anak tersenyum puas—mereka telah memberikan yang terbaik.
Waktu pengumuman pun tiba.
“Juara Tari Kreasi tingkat Kota Cilegon diraih oleh TK YPWKS III!”
Sorak sorai langsung pecah. Anak-anak berlari memeluk guru pembina. Ada yang melompat kegirangan, ada pula yang tertawa hingga matanya menyipit. Piala kecil diangkat tinggi oleh tangan-tangan mungil. Namun kebahagiaan mereka jauh lebih besar daripada ukuran piala itu sendiri.
Kepala sekolah TK YPWKS III Eva Mustikawati menyampaikan rasa bangganya. “Prestasi ini adalah cerita manis dari kerja keras, keberanian, dan keceriaan anak-anak. Dari putaran payung sederhana, mereka melangkah menuju panggung kemenangan,” ujar Eva dalam siaran pers, Sabtu (13/12/2025).
Ia menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih kepada guru pembina yang penuh dedikasi serta para orang tua yang selalu mendukung setiap langkah anak-anak. Ini adalah kemenangan bersama.”
Hari itu, payung kecil bukan sekadar properti tari. Ia menjadi saksi bahwa mimpi, kerja sama, dan keberanian anak-anak TK YPWKS III mampu mengantarkan mereka pada kemenangan yang indah dan membanggakan.
Dan cerita manis itu akan terus dikenang, setiap kali sebuah payung kecil berputar.
Reporter: Aas Arbi











