SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Minggu (14/12/2025). Rakerda tersebut menetapkan penguatan kaderisasi dan peningkatan pelayanan publik sebagai fokus utama kerja politik PKS dalam dua tahun ke depan.
Ketua DPD PKS Kota Serang, Ihyaudin, mengatakan Rakerda merupakan puncak dari rangkaian mekanisme organisasi setelah sebelumnya dilaksanakan pra-Rakerda, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas).
“Rakerda ini menjadi forum final untuk mematangkan program-program yang sebelumnya telah dibahas dalam pra-Rakerda tahap satu dan dua, dengan tetap mengacu pada arah kebijakan DPP dan DPW,” ujar Ihyaudin.
Ia menjelaskan, secara nasional PKS memiliki delapan program utama yang telah ditetapkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Namun, untuk konteks Kota Serang, PKS menegaskan komitmen utama pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Meski demikian, arah kebijakan partai tetap diselaraskan dengan garis besar DPP melalui konsep K2-P2. K2 dimaknai sebagai penguatan kader dan kaderisasi, sementara P2 adalah peningkatan pelayanan publik.
Menurut Ihyaudin, saat ini belum memasuki masa kontestasi politik sehingga menjadi momentum tepat bagi PKS untuk melakukan pembenahan internal, khususnya dalam penguatan kader.
“Setidaknya dua tahun ke depan kami fokus pada kader dan kaderisasi, sekaligus memperkuat peran kader dalam pelayanan publik. Di akhir periode nanti, barulah kami masuk ke tahapan penanganan pemilu,” jelasnya.
Selain penguatan internal, PKS Kota Serang juga menargetkan peningkatan jumlah kader hingga 50 persen. Peningkatan tersebut tidak hanya diukur dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas, kapasitas, dan kontribusi kader di tengah masyarakat.
Dalam bidang elektoral, PKS Kota Serang menargetkan penambahan kursi DPRD pada Pemilu 2029. Dari enam kursi yang saat ini dimiliki, PKS optimistis dapat menambah dua kursi.
“Target kami dari enam kursi menjadi delapan kursi di DPRD Kota Serang pada Pemilu 2029,” kata Ihyaudin.
Ia menyebutkan, daerah pemilihan (dapil) yang dinilai paling potensial untuk pengembangan adalah Dapil Serang II serta Dapil Curug–Walantaka. Namun, pihaknya masih menunggu kepastian apakah wilayah Curug–Walantaka akan tetap menjadi satu dapil atau mengalami pemekaran.
“Untuk dapil lainnya, berdasarkan analisis internal, tantangannya masih cukup berat. Namun kami tetap optimistis dengan kerja kader dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











