SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang menegaskan komitmennya untuk mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja, khususnya bagi warga Kota Serang.
Pada tahun 2026 mendatang, BBPVP Serang menargetkan memprioritaskan sekitar 500 kuota pelatihan kerja untuk masyarakat Kota Serang.
Kepala BBPVP Serang, Adi Nugroho, mengatakan BBPVP Serang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang memiliki keunggulan pelatihan bertaraf nasional hingga internasional.
“BBPVP Serang ini entitas Kementerian Tenaga Kerja. Balai kami satu-satunya di Indonesia yang menguasai las bawah air untuk Kemnaker,” ujar Adi, Senin 15 Desember 2025.
Selain las bawah air, BBPVP Serang juga menjadi satu-satunya balai pelatihan yang mampu melatih pengelasan pada posisi paling sulit di dunia, yakni posisi 6GR.
Tak hanya itu, BBPVP Serang juga memiliki fasilitas pelatihan robotik welding.
“Di Serang ini juga satu-satunya yang bisa robotik welding. Jadi pelatihan kami tidak hanya manual, tapi sudah berbasis teknologi,” katanya.
Adi menjelaskan, saat ini BBPVP Serang telah menyiapkan robot welding berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui metode project based learning, yang merupakan program dari Menteri Ketenagakerjaan.
BBPVP Serang juga menyiapkan instruktur bahasa untuk mendukung penempatan tenaga kerja, termasuk ke luar negeri.
Dalam waktu dekat, BBPVP Serang akan menggelar pameran pekerja migran Indonesia dan program pemagangan yang dijadwalkan pada 21 mendatang.
“Silakan datang ke balai kami tanggal 21. Akan ada pameran pekerja migran Indonesia dan pemagangan,” ujarnya.
Terkait kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Adi menegaskan pihaknya siap mengakomodir seluruh kebutuhan daerah, terutama dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri dan investasi.
“Rumah kami ada di Kota Serang. Tidak mungkin kami tidak memprioritaskan Kota Serang,” tegasnya.
Untuk tahun depan, BBPVP Serang menyiapkan hampir 3.000 kuota pelatihan kerja.
Dari jumlah tersebut, sekitar 500 kuota diproyeksikan untuk warga Kota Serang, selama tidak ada kendala efisiensi anggaran.
“Insyaallah, jika tidak ada halangan, Kota Serang kami prioritaskan,” jelasnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi











