KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengamat politik sekaligus Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), H Memed Chumaedy, menilai kinerja Bupati dan Wakil Bupati Tangerang sepanjang 2025 menunjukkan arah kebijakan yang jelas dan relatif konsisten, terutama pada sektor pelayanan publik dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Namun demikian, Memed menilai tantangan terbesar pemerintah daerah masih berada pada aspek implementasi program dan pengukuran dampak kebijakan.
“Secara umum kinerjanya sudah menunjukkan arah yang jelas. Tetapi masih ada empat poin penting yang perlu terus diperkuat, yakni pelayanan publik, program desa dan ekonomi kerakyatan, stabilitas politik dan pemerintahan, serta akuntabilitas dan transparansi,” ujar Memed kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 19 Desember 2025.
Pelayanan Publik Mulai Responsif
Menurut Memed, Pemkab Tangerang berhasil menghadirkan layanan publik yang semakin responsif dan dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama di bidang administrasi kependudukan dan layanan kesehatan dasar.
Meski begitu, perbaikan tersebut masih berada pada tahap konsolidasi prosedural dan belum sepenuhnya menyentuh transformasi tata kelola birokrasi secara menyeluruh.
“Kalau melihat gaya kepemimpinan Pak Maesyal Rasyid, saya berkeyakinan pada tahun kedua hingga kelima, persoalan ini bisa diselesaikan dengan lebih baik,” katanya.
Program Desa dan UMKM Perlu Pendampingan Berkelanjutan
Dalam aspek penguatan ekonomi kerakyatan, Memed menilai keberpihakan pemerintah daerah terhadap desa dan pelaku UMKM merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi.
Namun, ia mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Fokus ke desa dan UMKM sudah tepat. Tetapi tanpa pendampingan berkelanjutan dan akses pasar yang jelas, program ekonomi kerakyatan berisiko tidak berkelanjutan,” ujarnya.
Stabilitas Politik Terjaga, Partisipasi Publik Perlu Diperluas
Memed juga menilai stabilitas politik dan pemerintahan di Kabupaten Tangerang sepanjang 2025 relatif terjaga. Kondisi ini menjadi modal penting dalam menjalankan agenda pembangunan.
“Namun stabilitas harus diimbangi dengan partisipasi publik yang lebih luas agar kebijakan benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Akuntabilitas Masih Jadi PR
Menurut Memed, akuntabilitas dan transparansi masih menjadi pekerjaan rumah Pemkab Tangerang. Program prioritas perlu disertai indikator kinerja yang terukur dan dipublikasikan secara rutin agar masyarakat dapat menilai capaian secara objektif.
“Tahun 2025 bisa dibaca sebagai fase membangun fondasi pemerintahan. Ujian sesungguhnya adalah ketika program prioritas mampu menghadirkan perubahan sosial yang nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia optimistis, di bawah kepemimpinan Maesyal Rasyid–Intan Nurul Hikmah, seluruh program prioritas dapat direalisasikan dengan baik.
“Saya yakin hambatan dan tantangan dapat diatasi dengan cepat dan tuntas,” pungkas Memed.***
Editor : Krisna Widi Aria











