SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Langkah Wali Kota Serang Budi Rustandi dalam menata wajah ibu kota Provinsi Banten kembali mendapat pengakuan. Gagasan penataan kawasan Royal Baroe Kota Serang menuai apresiasi langsung dari Gubernur Banten Andra Soni.
Peresmian Royal Baroe Kota Serang dilakukan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni pada Jumat malam, 26 Desember 2025, sekitar pukul 21.00 WIB. Launching ditandai dengan penabuhan drum secara simbolis oleh Andra Soni bersama Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia.
Dalam sambutannya, Andra Soni menilai Pemerintah Kota Serang di bawah kepemimpinan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia menunjukkan kesungguhan nyata dalam membenahi wajah Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten.
Menurut Andra, pembenahan yang dilakukan bukan sekadar wacana, melainkan diwujudkan melalui kerja terukur dan kolaboratif yang melibatkan seluruh perangkat daerah.
“Saya mengapresiasi Pemkot Serang. Saya melihat dan merasakan kesungguhan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, didukung jajaran perangkat daerah di bawah koordinasi Sekda. Ibu kota provinsi memang harus berbenah, dan visi-misi ini patut kita dukung agar Kota Serang maju serta masyarakatnya sejahtera,” ujar Andra.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Banten siap terus bersinergi dan memperkuat kolaborasi dengan Pemkot Serang dalam mendorong pembangunan daerah.
“Insya Allah, kami akan terus berkolaborasi sebagai perwakilan pemerintah pusat bersama Pemkot Serang,” katanya.
Andra secara khusus menilai kepemimpinan Budi Rustandi sebagai Wali Kota Serang memiliki pandangan jauh ke depan dan berani mengambil langkah inovatif demi kemajuan kota.
Menurutnya, perubahan kawasan Royal menjadi Royal Baroe merupakan bukti konkret bahwa gagasan yang sebelumnya dianggap sulit kini mampu diwujudkan.
“Gagasan Pak Budi ini visioner dan berani. Dulu Royal seperti apa, hari ini sudah berubah total. Antusiasme masyarakat luar biasa, berbondong-bondong menyambut hadirnya Royal Baroe,” tandas Andra.
Peluncuran Royal Baroe menjadi simbol transformasi kawasan pusat kota sekaligus penegasan arah baru pembangunan Kota Serang yang lebih tertata, modern, dan berorientasi pada masa depan.***











