SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten menyiapkan rencana besar penanganan banjir melalui program normalisasi sejumlah sungai pada 2026.
Total kebutuhan anggaran yang diusulkan mencapai sekitar Rp822 miliar, sementara pembangunan tanggul Sungai Ciujung belum masuk dalam daftar prioritas penanganan.
Informasi yang dihimpun, sejumlah sungai menjadi fokus normalisasi dengan estimasi anggaran berbeda-beda. Normalisasi Sungai Cikalumpang diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp27 miliar.
Sementara Sungai Bojong dan Sungai Cikoneng masing-masing memerlukan anggaran sekitar Rp20 miliar.
Adapun Sungai Ciwaka diproyeksikan membutuhkan anggaran lebih besar, yakni sekitar Rp63 miliar. Selain itu, penanganan banjir juga difokuskan pada kawasan muara sungai.
Normalisasi Muara Sungai Cibanten yang dilengkapi pemasangan sheet pile diperkirakan menelan biaya sekitar Rp65 miliar, sedangkan Muara Sungai Cipasilian membutuhkan dana sekitar Rp67 miliar.
Anggaran Terbesar untuk Irigasi Cidurian
Porsi anggaran terbesar diarahkan pada rehabilitasi saluran primer dan sekunder Daerah Irigasi Cidurian seluas 8.700 hektare. Program ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp559 miliar.
Rehabilitasi tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga fungsi irigasi pertanian, tetapi juga untuk menekan potensi banjir di wilayah hilir, khususnya di Kabupaten Serang.
Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pembahasan saat ini belum berfokus pada finalisasi anggaran, melainkan pada skema pembiayaan serta penentuan prioritas penanganan sungai.
“Fokusnya bukan di angkanya. Yang penting sumber pembiayaannya apa saja dan sungai mana yang harus ditangani lebih dulu. Ini masih usulan,” ujar Andra, Senin 29 Desember 2025.
Ia menilai pembenahan sungai menjadi langkah strategis untuk menekan risiko kerugian akibat banjir yang kerap terjadi di wilayah rawan, seperti Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.
“Belajar dari pengalaman di Sumatera, ketika banjir besar datang kerugiannya jauh lebih besar. Jadi angka segitu tidak terlalu besar dibandingkan risiko yang kita hadapi,” katanya.
Melalui rencana normalisasi sungai ini, Pemprov Banten berharap penanganan banjir dapat dilakukan secara lebih terukur dan berkelanjutan.
Program ini juga diharapkan mampu mengurangi dampak banjir yang selama ini mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Editor Daru











