PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tebing tanah di Kampung Ramea Pasir, RT 004 RW 002, Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, mengalami longsor pada Minggu 28 Desember 2025. Akibat kejadian tersebut, tiang dapur dan pondasi dua rumah warga dilaporkan menggantung dan membahayakan penghuni.
Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung Barokah Putra Mandiri, Mardiana Tirtalaksana, mengatakan pihaknya menerima laporan dari anggota terkait bencana tanah longsor tersebut.
“Longsor menyebabkan dua rumah terdampak. Pondasinya terbawa longsor hingga posisi dapur rumah menggantung,” kata Mardiana kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 29 Desember 2025.
Ia menjelaskan, longsoran terjadi pada bagian tebing di belakang rumah warga. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.
“Tidak ada korban, hanya kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp50 juta,” ujarnya.
Dua rumah yang terdampak longsor diketahui milik Sumantri (62) dan Sunayah (63), warga Kampung Ramea Pasir, Desa Cikumbueun.
“Posisi kedua rumah saat ini membahayakan. Salah satunya pondasi dan tiang dapur sudah menggantung,” jelasnya.
Menurut Mardiana, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan longsor susulan apabila tidak segera ditangani. Oleh karena itu, diperlukan penanganan cepat guna mencegah risiko yang lebih besar bagi penghuni rumah.
“Penyebab longsor ini diduga akibat intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir,” pungkasnya.***











