CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Banjir di Lingkungan Tegal Buntu, RT 16 RW 07, Kelurahan Tegal Ratu, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, hingga Sabtu, 3 Januari 2025, belum sepenuhnya surut. Genangan air masih bertahan di permukiman warga dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter meski debit air di jalan raya mulai berkurang.
Banjir sebelumnya melanda wilayah tersebut setelah hujan deras mengguyur kawasan Ciwandan sejak pukul 17.00 WIB hingga malam hari. Air mulai meluap sekitar pukul 18.30 WIB akibat gorong-gorong dan aliran kali di dekat jalan raya tersumbat.
Selain itu, jebolnya tanggul air milik PT Nutrindo Bogarasa memperparah kondisi banjir. Air meluber dan langsung menggenangi permukiman warga di sekitar Lingkungan Tegal Buntu.
Genangan air tidak hanya merendam RT 16, tetapi juga meluas hingga Lingkungan Komplek Sinyar yang berada bersebelahan dengan Kampung Tegal Buntu. Data sementara mencatat hampir 100 rumah warga terdampak akibat banjir tersebut.
Salah seorang warga Tegal Buntu, Aziz, menyampaikan bahwa banjir masih mengganggu aktivitas warga meski kondisi di jalan raya mulai membaik.
“Jalan raya sudah agak surut, bang. Tapi di kampung saya, Link Tegal Buntu, air masih agak tinggi sekitar 30 sentimeter,” ujar Aziz kepada Radar Banten, Sabtu, 3 Januari 2025.
Ia menjelaskan bahwa ketinggian air di permukiman memang menurun dibandingkan kondisi awal yang sempat mencapai pinggang orang dewasa. Namun, genangan belum sepenuhnya hilang.
“Wilayah saya sekarang sebetis, belum benar-benar surut. Jalan raya depan pom bensin Cigading juga sudah mulai surut, tapi air di rumah warga masih ada,” katanya.
Akibat banjir yang bertahan cukup lama, sebagian warga memilih tetap bertahan di rumah sambil membersihkan lumpur dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan. Sebelumnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi karena air datang dengan cepat dan merendam perabotan rumah tangga.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Aas Arbi











