LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 107 relawan Gerakan Kampung Al-Qur’an (GKQ) Batch XV disebar ke berbagai pelosok kampung di Kabupaten Lebak sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.
Kabupaten Lebak dipilih sebagai lokasi pengabdian para relawan GKQ. Kegiatan ini akan berlangsung selama dua pekan, mulai 2 hingga 16 Januari 2026.
Sebanyak 107 relawan tersebut terdiri dari 11 relawan laki-laki dan 96 relawan perempuan. Mereka akan ditempatkan di sejumlah wilayah yang tersebar di Kecamatan Muncang, Cimarga, dan Sobang.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Gerakan Kampung Al-Qur’an di wilayahnya. Hal tersebut disampaikannya saat melepas para relawan di Pendopo Kabupaten Lebak.
“Kami mendukung penuh kegiatan relawan Gerakan Kampung Al-Qur’an di Lebak. Saya berharap lahir generasi muda yang menjadi kader. Mereka yang sudah mampu membaca Al-Qur’an kita latih kembali dan dikolaborasikan dengan guru-guru Magrib Mengaji agar pembinaan dapat berkelanjutan,” ujar Amir.
Amir menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang memiliki peran besar dalam membentuk peradaban dan membebaskan manusia dari penindasan, perbudakan, serta sikap fatalisme. Ia juga mencontohkan perjuangan para pahlawan bangsa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber motivasi.
“Pemerintah daerah mengapresiasi dan mendukung penuh program Gerakan Kampung Al-Qur’an. Program ini penting dalam upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pola pembinaan yang efektif, salah satunya dengan komposisi satu pengajar untuk lima murid, agar proses pendampingan dapat berjalan lebih intensif.
“Gerakan relawan ini juga bisa dikolaborasikan dengan Dinas Pendidikan, sehingga guru-guru yang mampu membaca Al-Qur’an dapat membimbing siswa sebelum pelajaran dimulai,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amir menyoroti tingginya angka buta huruf Al-Qur’an di Indonesia yang mencapai sekitar 72,25 persen, sementara di Kabupaten Lebak masih berada di kisaran 60 persen, meskipun telah ada program Gerakan Magrib Mengaji.
“Kami meminta para relawan fokus pada pembelajaran anak-anak dan orang tua yang belum mampu membaca Al-Qur’an, dengan memperbaiki kesalahan bacaan, terutama membenarkan bacaan Surat Al-Fatihah sebagai dasar,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











