LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Ancaman bencana hidrometeorologi di Kabupaten Lebak belum sepenuhnya mereda. Selain banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat potensi longsor masih mendominasi di sejumlah wilayah perbukitan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengungkapkan wilayah rawan longsor tersebar di Kecamatan Cibeber, Muncang, Sobang, Cilograng, dan Bayah. Kondisi tanah yang labil akibat hujan berkepanjangan membuat kawasan tersebut terus berada dalam status waspada.
Bahkan, longsor kembali terjadi di ruas jalan Cikidang–Pasir Kurai. Lokasi tersebut sebelumnya sempat ditangani, namun kembali tertutup material tanah akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.
“Longsor hari ini sudah ditangani secara gotong royong oleh masyarakat untuk membuka akses jalan,” ucap Febby kepada RADARBANTEN.CO.ID dihubungi melalui telepon, Minggu 4 Januari 2025.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, BPBD Lebak telah menyiagakan sebanyak 45 personel yang disebar di seluruh kecamatan. Personel tersebut disiapkan untuk merespons cepat laporan bencana dari masyarakat.
Selain itu, BPBD juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Polri, Tagana, PMI, hingga instansi terkait lainnya guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal.
“Kami juga memastikan peralatan evakuasi, termasuk perahu, dalam kondisi siap pakai. Untuk longsor, kami berkoordinasi dengan PUPR terkait kesiapan alat berat di titik-titik rawan,” ujarnya.
BPBD Lebak mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi kebencanaan, menghindari aktivitas di sekitar sungai dan lereng perbukitan saat hujan deras, serta segera melapor apabila muncul tanda-tanda bencana demi meminimalkan risiko korban jiwa.
Editor: Bayu Mulyana











