SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus melakukan monitoring banjir di sejumlah wilayah terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga, terutama pangan dan kesehatan, terpenuhi dengan baik.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, turun langsung ke lokasi banjir atas arahan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, guna memastikan seluruh warga terdampak memperoleh pelayanan dasar secara optimal.
Nur Agis menegaskan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir menjadi prioritas utama Pemkot Serang. Ia memastikan warga mendapatkan makanan yang layak dan aman sesuai instruksi langsung dari Wali Kota.
“Arahan Pak Wali jelas, memastikan warga terdampak mendapatkan makanan terbaik dan kebutuhan pokok lainnya terpenuhi,” ujar Agis, Minggu, 4 Januari 2025.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Agis memastikan distribusi makanan bagi warga terdampak berjalan lancar. Pemkot Serang menjamin setiap warga menerima makanan secara teratur tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam, guna menjaga kondisi kesehatan selama masa tanggap darurat banjir.
“Masyarakat mendapatkan tiga porsi makan setiap hari, pagi, siang, dan malam,” tegasnya.
Selain kebutuhan pangan, Pemkot Serang juga memberi perhatian serius pada layanan kesehatan. Agis memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dengan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilayah terdampak banjir.
Monitoring dilakukan di Kampung Watu Amben, Kecamatan Kasemen, yang menjadi salah satu kawasan dengan dampak banjir cukup parah. Di lokasi tersebut, ketinggian air terpantau mencapai di atas lutut orang dewasa.
Sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan seperti sakit kepala dan flu. Keluhan tersebut saat ini terus dipantau dan ditangani oleh petugas Puskesmas melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
Nur Agis juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak lanjutan banjir. Ia meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Serang untuk terus memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong agar penanganan banjir berjalan maksimal serta kondisi wilayah terdampak dapat segera pulih.
Editor: Mastur Huda











