SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Selain menerima retribusi sampah sebesar Rp14 miliar per tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang juga akan mendapatkan bantuan keuangan (bankeu) sebesar Rp600 juta per tahun dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pengelolaan sampah, menyusul rencana Pemkab Serang membuang sampah ke TPSA Cilowong, Kota Serang.
Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, menjelaskan bahwa bantuan keuangan Rp600 juta tersebut akan dialokasikan untuk pengadaan satu unit kendaraan operasional ambulans serta bantuan bagi lima masjid.
“Bantuan keuangan itu Rp600 juta per tahun untuk satu unit kendaraan operasional ambulans dan bantuan untuk lima masjid,” kata Nanang, Kamis, 1 Januari 2026.
Nanang menegaskan, porsi terbesar dari dana retribusi sampah akan dialokasikan untuk pengelolaan sampah di bawah kewenangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, khususnya untuk operasional dan pengembangan TPA Cilowong.
“Retribusi itu porsinya paling besar untuk pengelolaan sampah di LH, di TPA Cilowong,” tegasnya.
Menanggapi potensi penolakan warga sekitar TPA, Nanang menyebut pemerintah telah melakukan sosialisasi sejak jauh hari dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari DLH Kabupaten Serang, DLH Kota Serang, hingga tokoh masyarakat setempat.
“Secara keseluruhan masyarakat bisa menerima,” ujarnya.
Sebagai bentuk perhatian terhadap warga terdampak, pemerintah juga menyiapkan Kompensasi Dampak Negatif (KDN) sebesar Rp1,1 miliar per tahun.
“Hak masyarakat itu ada yang namanya KDN, kompensasi dampak negatif. Nilainya Rp1,1 miliar per tahun,” jelas Nanang.
Nanang memastikan proses pengangkutan dan penimbangan sampah dilakukan secara terkontrol dan transparan. Seluruh kendaraan pengangkut telah melalui sistem penimbangan yang akurat.
“Kita sudah ada alat penimbangan. Itu tidak bisa dibohongi. Satu mobil rata-rata tiga sampai empat ton, tinggal dikalikan saja,” ucapnya.
Ia menambahkan, kerja sama pengelolaan sampah antara Kota Serang dan Kabupaten Serang ini merupakan atensi langsung dari Gubernur Banten untuk membantu daerah yang tengah menghadapi persoalan sampah.
“Selama bisa diproses oleh kita, ya kita bantu,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











