CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten mengungkap motif ekonomi di balik pembunuhan anak politisi PKS di Perumahan BBS 3, Kota Cilegon. Tersangka AH (31) nekat melakukan aksi kriminal setelah terjerat utang besar akibat kerugian investasi crypto.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan, menjelaskan tersangka awalnya memiliki modal Rp400 juta yang digunakan bersama istrinya untuk bermain crypto.
“Dari modal Rp400 juta, tersangka sempat meraih keuntungan hingga Rp4 miliar,” ujar Dian saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin 5 Januari 2025.
Namun, karena belum merasa puas, tersangka kembali menginvestasikan keuntungan tersebut hingga mengalami kerugian besar. Untuk menutupi kerugian, AH meminjam uang dari berbagai sumber, antara lain Bank Mandiri Rp700 juta, koperasi tempat bekerja Rp70 juta, pinjaman online Rp50 juta melalui aplikasi Pintu.id.
Tujuan pinjaman ini adalah untuk kembali bermain crypto, namun hasilnya kembali merugikan tersangka. Dian menegaskan, tekanan ekonomi menjadi faktor utama yang mendorong AH melakukan tindakan kriminal.
Penyidik bahkan menemukan percakapan tersangka dengan istrinya sebelum pembunuhan. Dalam chat pada 16 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, tersangka sempat menyatakan akan melakukan tindakan kriminal jika keadaan semakin memburuk.
Korban, MA (9), merupakan anak politisi PKS MS di Kora Cilegon, yang tewas di rumahnya di BBS 3 pada Selasa, 16 Desember 2025.
Editor: Mastur Huda











