CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Polda Banten membeberkan kronologi lengkap pembunuhan anak politisi PKS di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, pada Selasa, 16 Desember 2025. Tersangka AH (31) melakukan kejahatannya selama 25 menit saat hujan lebat.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan menjelaskan, tersangka tiba di lokasi kejadian pada sekitar pukul 13.17 WIB.
“Pelaku datang ke TKP memencet bel sebanyak empat kali, namun tidak ada respons,” kata Dian saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin, 5 Januari 2025.
Karena tidak ada jawaban, AH kemudian masuk ke dalam rumah mewah tersebut dengan cara memanjat.
“Setelah itu pelaku memanjat melalui tiang dan mencokel jendela di kamar pembantu di bagian kiri rumah utama,” ujarnya.
Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, AH menuju lantai satu dan melihat sebuah brankas dalam kondisi pintu terbuka.
“Yang dilihat pelaku di lantai satu adalah brankas dengan kondisi pintu terbuka, namun setelah diutak-atik tidak berhasil,” jelas Dian.
Pelaku kemudian naik ke lantai dua rumah orangtua korban.
“Setelah naik ke lantai dua, di kamar sebelah kanan, pelaku melihat korban sedang bermain handphone di atas kasur,” ungkapnya.
Saat bertemu korban MA (9), AH sempat berinteraksi. Tersangka kemudian membawa korban ke kamar utama orangtua korban.
“Pelaku sempat memberi kode kepada korban untuk diam dan bertanya, ayahmu mana? Lalu, korban menjawab, keluar. Korban dirangkul dan dibawa ke balik lemari putih di kamar utama bapaknya. Di situ pelaku mau melakban korban,” jelasnya.
Namun, korban melakukan perlawanan. Merasa terdesak, pelaku kemudian melakukan penusukan.
“Korban sempat melakukan perlawanan dengan menendang kemaluan pelaku dua kali serta mengenai lutut dan siku, di situ pelaku langsung menusuk korban. Korban sempat berteriak dan semakin ditusuk,” tegasnya.
Setelah melakukan penusukan, AH turun ke lantai satu dan kembali ke area brankas.
“Di atas brankas ditemukan bekas darah dan kunci kode,” katanya.
Karena tidak berhasil mengambil barang berharga, AH kemudian melarikan diri.
“Pelaku kabur lewat jalan masuk semula melalui kamar pembantu, meloncat pagar, naik motor dan melarikan diri,” pungkas Dian.
Editor: Agus Priwandono











