PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir merendam ratusan hektare lahan sawah di Kabupaten Pandeglang, Banten. Sedikitnya delapan kecamatan terdampak, dengan total luas sawah terendam mencapai sekitar 970 hektare. Kondisi ini membuat sebagian lahan terancam gagal panen.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, mengatakan banjir dipicu faktor hidrometeorologi akibat tingginya intensitas curah hujan, sebagaimana informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Terjadi banjir karena intensitas curah hujan tinggi. Ada delapan kecamatan yang terdampak, yaitu Panimbang, Cisata, Saketi, Carita, Pagelaran, Patia, Picung, dan Cikeusik,” kata Nuridawati, Senin, 5 Januari 2026.
Ia menjelaskan, lahan sawah yang terendam merupakan milik petani dengan usia tanaman padi berkisar 15 hingga 30 hari setelah tanam (HST). Adapun varietas padi yang terdampak di antaranya Ciherang 432 dan M70D.
“Total sementara lahan sawah yang terdampak banjir sekitar 970 hektare. Seluruhnya merupakan lahan garapan petani,” ujarnya.
Nuridawati menyebutkan, pihaknya masih menunggu hasil pendataan resmi dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Banten untuk memastikan luasan lahan yang benar-benar mengalami puso atau gagal panen.
“Jika sudah ada laporan dari POPT dan dinyatakan puso, kami akan langsung mengusulkan bantuan ke Provinsi Banten berupa Cadangan Benih Daerah (CBD),” jelasnya.
Berdasarkan indikasi awal, lahan yang berpotensi mengalami gagal panen diperkirakan sekitar 20 hektare. Namun angka tersebut belum final karena masih menunggu kondisi tanaman setelah banjir surut.
“Belum ada laporan resmi gagal panen. Masih potensi, tergantung kondisi tanaman setelah air surut,” katanya.
Ia menambahkan, data luas lahan terdampak masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan. Sebagai perbandingan, pada tahun lalu banjir di Pandeglang sempat merendam sekitar 2.000 hektare sawah di 12 kecamatan.
“Untuk sementara sekitar 970 hektare. Nanti akan kami perbarui sesuai laporan terbaru,” pungkasnya.***











